REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah arus informasi yang deras dan perubahan zaman yang cepat, dakwah Islam dihadapkan pada tantangan baru. Generasi muda, dengan segala dinamika dan kompleksitasnya, dinilai menjadi sasaran utama dakwah di era digital ini.
Ahli fiqih muamalah Ustadz Oni Sahroni memahami betul pentingnya merangkul anak muda dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Dia mengatakan anak-anak muda merupakan kelompok usia paling produktif. Anak muda, dengan segala kelebihan yang mereka miliki, seperti produktivitas, totalitas, dan kemampuan berpikir yang inovatif, adalah aset berharga bagi umat Islam.
"Dakwah Islam ke anak muda, bukan hanya penting tapi darurat karena anak-anak muda itu kan memang usia paling produktif. Kalau mereka bisa jadi orang baik, produktif, maka tidak hanya bermanfaat bagi diri dan orang tua, tapi juga masyarakat. Jadi membimbing mereka bukan sekadar penting tapi darurat,” ujar ujar pria kelahiran 26 November 1975 ini kepada Republika.co.id pada pekan lalu.
Namun, dakwah kepada anak muda di era digital ini tidaklah mudah. Media sosial, yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, menjadi salah satu tantangan terbesar. "Semua orang sekarang pegang HP, pegang gadget, ada medsos. Di dalamnya ada yang penting, tidak penting, patut, tidak patut," kata anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Pada bulan Ramadhan, tantangan ini dinilai semakin terasa. Anak muda, dengan segala potensi dan risikonya, perlu dibimbing agar dapat memanfaatkan momen berharga ini dengan maksimal. Tak hanya untuk anak muda, bulan suci Ramadhan diharapkan dapat menjadi momen untuk menahan diri terhadap hal-hal negatif.
"Lihat judi online, pinjol, yang terjerat banyak anak muda. Untuk itu, Ramadhan ini, bulan tepat untuk mau apa-apa entar dulu, bijak nggak nih, mau ngelike, comment, share, tepat nggak?," ujar Ustadz Oni.
Baginya, anak muda memiliki potensi yang sangat baik yang tidak dimiliki oleh usia di atasnya. "Luar biasa energinya, produktif, inovatif. Jadi anak muda ada potensi sangat besar, tapi ada juga risiko besar, di tengah apa yang mereka saksikan dan lihat," kata Ustadz Oni.
Untuk menyemarakkan Ramadhan, Ustadz Oni akan berkolaborasi dengan Republika.co.id menghadirkan konten-konten dakwah yang relevan dengan kehidupan anak muda. Dalam program “1 Menit Jeda”, Ustadz Oni menjadi salah satu dai yang akan membahas berbagai permasalahan yang sering dihadapi anak muda, seperti karir, jodoh, medsos, hingga kesehatan mental.
Dengan menggandeng anak muda dalam dakwah, Ustadz Oni berharap dapat membantu mengarahkan anak muda menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan emosional.
"Alhamdulillah bersyukur punya mitra seperti Republika. Insya Allah jadi mitra terbaik, yang enak banget, chemistry-nya sudah dapat," ujar Ustadz Oni.