Selasa 04 Mar 2025 20:31 WIB

Pramono Sebut Banjir di Jakarta adalah Banjir Kiriman, Curah Hujan Jakarta Masih Rendah

Banjir di Jakarta sejak Senin (3/3/2025) mayoritas disebabkan oleh sungai Ciliwung.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani
Petugas Damkar saat akan membantu warga saat banjir di Rawajati, Jakarta, Selasa (4/3/2025). Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta mencatat, sebanyak 59 RT di kawasan Rawajati dan Cililitan terendam banjir dengan ketinggian mulai dari 30-300 centimeter yang disebabkan oleh meluapnya kali Ciliwung.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas Damkar saat akan membantu warga saat banjir di Rawajati, Jakarta, Selasa (4/3/2025). Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta mencatat, sebanyak 59 RT di kawasan Rawajati dan Cililitan terendam banjir dengan ketinggian mulai dari 30-300 centimeter yang disebabkan oleh meluapnya kali Ciliwung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 122 rukun tetangga (RT) di Jakarta dilaporkan masih tergenang banjir hingga Selasa (4/3/2025) sore. Banjir yang terjadi di Jakarta sejak Senin (3/3/2025) itu mayoritas disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, banjir yang menerjang Jakarta selama dua hari terakhir ini merupakan banjir kiriman. Pasalnya, curah hujan di Jakarta saat ini masih relatif rendah.

Baca Juga

"Memang banjir yang terjadi di Jakarta sekarang ini boleh dikatakan mayoritas hampir 90 persen lebih adalah kiriman. Karena curah hujan di Jakarta sendiri cukup rendah masih," kata dia saat meninjau Pintu Air Manggarai, Selasa sore.

Menurut dia, Jakarta biasanya akan terdampak banjir ketika curah hujan yang terjadi di atas 150 mm per hari. Ia menyebutkan, curah hujan yang berada di atas 150 mm per hari bukan terjadi di Jakarta, melainkan di hulu Kali Ciliwung. 

Kendati demikian, Pramono mengaku tidak ingin mencari kambing hitam dalam banjir Jakarta hari ini. Ia menegaskan, masalah banjir yang terjadi saat ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk mengatasinya.

"Kami tidak mau menyalahkan siapapun. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta untuk mengatasi itu," kata dia.

Ia menyebutkan, salah satu upaya yang akan dilakukan Pemprov Jakarta dalam mengatasi banjir adalah membuka sejumlah pintu air agar beban aliran Kali Ciliwung bisa dikurangi. Selain itu, Pemprov Jakarta juga telah meminta seluruh jajaran untuk mengaktifkan kembali Kampung Siaga Bencana.

"Kampung Siaga Bencana ini kerja sama antara pemerintah, masyarakat, swasta untuk membantu masyarakat yang terdampak. Karena apalagi ini bulan puasa, nanti sahur buka puasa jangan sampai terganggu," kata Pramono.

Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jakarta untuk memastikan kebutuhan logistik warga yang terdampak banjir. Menurut dia, hingga saat ini belum ada keluhan dari warga terkait kebutuhan logistik.

"Tadi Bu Dinsos juga Dinas Sosial menyampaikan bahwa di lapangannya, sampai sekarang ini praktis, tidak ada keluhan karena kebutuhan untuk puasa, sahur, dan sebagainya tertangani secara baik. Jadi dapur umum juga saya sudah minta untuk diaktifkan di lapangan," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement