
Kamis , 24 Feb 2022, 19:19 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina, Sekjen PBB: Momen Paling Menyedihkan

Senin , 21 Feb 2022, 05:10 WIB
Perang Rusia-Ukraina Batal atau Hanya Berubah Bentuk?

Kamis , 10 Feb 2022, 13:03 WIB
Jenderal AS: Perang Ukraina-Rusia Diprediksi Bisa Meluas ke Timur Tengah

Sabtu , 05 Feb 2022, 03:30 WIB
Kremlin: Putin dan Erdogan Kemungkinan Bertemu pada Akhir Februari

Jumat , 04 Feb 2022, 11:22 WIB
Ketua SPD: Jerman Harus Pertimbangkan Lagi Hubungan dengan Rusia-China

Jumat , 04 Feb 2022, 10:27 WIB
Ukraina: Tak Ada Rencana Operasi Militer di Krimea

Jumat , 04 Feb 2022, 08:53 WIB
AS Peringatkan Perusahaan China Jika Siasati Sanksi Ekspor Rusia

Senin , 31 Jan 2022, 20:42 WIB
Secercah Harapan Perdamaian Bagi Muslim Ukraina di Tengah Eskalasi Ketegangan

Senin , 31 Jan 2022, 20:15 WIB
Kanada Pulangkan Staf Non-esensial dari Kedutaan Besar Ukraina

Senin , 31 Jan 2022, 19:08 WIB
AS: Putin Terus Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Ukraina

Ahad , 30 Jan 2022, 11:35 WIB
Menlu Prancis dan Jerman akan ke Ukraina

Ahad , 30 Jan 2022, 10:53 WIB
Inggris Pertimbangkan Penempatan Pasukan NATO ke Eropa Timur

Biden Sebut Tidak Akan Incar Rakyat Rusia
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, tidak akan membebani rakyat Rusia dari sanksi-sanksi ekspor AS, yang diberlakukan pada Rusia bila Moskow memutuskan menginvasi Ukraina. Gedung Putih mengatakan sanksi-sanksi itu akan fokus pada sektor industri. Dalam pidato yang terpisah pada Jumat (28/1/2022), pejabat Kementerian Perdagangan mengatakan "orang-orang penting" juga akan menerima "sanksi-sanksi berat." Pernyataan ini mempersempit potensi...