
Jumat , 03 Feb 2023, 22:20 WIB
Enam Subtopik Akan Dibahas di WWF 2024

Jumat , 03 Feb 2023, 21:07 WIB
Luhut: Indonesia Fokus Usung Kerja Sama Konkret di WWF 2024

Selasa , 27 Dec 2022, 08:08 WIB
3 Lumba-Lumba Irrawaddy Mati dalam 10 Hari di Kamboja

Rabu , 26 Jan 2022, 23:50 WIB
WWF: Ditemukan 224 Spesies Baru di Mekong

Rabu , 26 Jan 2022, 14:19 WIB
224 Spesies Baru Ditemukan di Mekong, Kera Hantu Hingga Ular Siput
Jumat , 24 Dec 2021, 09:12 WIB
Gandeng WWF, Pemerintah Luncurkan Aplikasi Panduan Konsumen Seafood

Kamis , 04 Nov 2021, 03:39 WIB
KOBI-WWF Susun Protokol Data Indeks Biodiversitas Indonesia

Selasa , 02 Nov 2021, 19:01 WIB
In Picture: Pelatihan Evakuasi Mamalia Terdampar di Pesisir Banda Aceh

Kamis , 19 Aug 2021, 19:17 WIB
Belanja Kalau Perlu, Nugie: Mahal Dikit tak Apa, Asal Awet

Senin , 19 Jul 2021, 14:35 WIB
Cara Rayi dan Dila Hadju Kenalkan Lingkungan ke Anak

Kamis , 03 Jun 2021, 01:03 WIB
Hal-Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Kenaikan Suhu Bumi

Kamis , 15 Apr 2021, 05:24 WIB
WWF: Uni Eropa Bersalah Atas Kerusakan Hutan Tropis

Park Seo-joon Ramaikan Kampanye Earth Hour
REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Aktor Park Seo-joon bergabung dengan World Wide Fund for Nature (WWF) untuk mendorong semua orang untuk ambil bagian dalam Earth Hour. WWF dan mitranya meluncurkan Earth Hour di Sydney pada 2007 sebagai acara pemadaman lampu simbolis untuk menarik perhatian pada parahnya krisis iklim. Earth Hour diadakan setiap tahun pada Sabtu terakhir bulan Maret. Kampanye itu mendorong orang-orang di...

Rabu , 29 Jan 2020, 23:06 WIB
Soal WWF, Komisi IV DPR RI Minta Penjelasan KemenLHK

Sabtu , 23 Nov 2019, 15:17 WIB
Traveloka-WWF Inisiatif Program Pariwisata Berkelanjutan

Selasa , 17 Sep 2019, 18:46 WIB
WWF Indonesia: Indonesia Darurat Karhutla

Ahad , 08 Sep 2019, 11:30 WIB
Jabar Gandeng WWF untuk Konservasi Lingkungan Hidup

Rabu , 29 May 2019, 02:08 WIB
WWF: 85 Persen Sampah di Lautan adalah Plastik

Kamis , 28 Mar 2019, 18:35 WIB
WWF Minta Warga Gunakan Transportasi Umum

Selasa , 19 Mar 2019, 17:41 WIB
WWF: Kalimantan Perlu Jual Wisata Berbasis Alam dan Budaya

Rabu , 31 Oct 2018, 03:52 WIB
WWF Catat Penurunan Besar Populasi Satwa Liar

Kamis , 06 Sep 2018, 09:25 WIB
WWF: Jepang Buru Paus di Kawasan Lindung Antartika

Jumat , 06 Jul 2018, 04:13 WIB
Jakarta emerges winner at 'We Love Cities 2018' event

Kamis , 05 Jul 2018, 10:20 WIB
Menang We Love Cities, Warga Jakarta Aktif Berikan Perbaikan

Kamis , 05 Jul 2018, 10:01 WIB
Jakarta Pemenang We Love Cities 2018 Kalahkan Tokyo

WWF: Pembangunan Infrastruktur Picu Deforestasi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dana Lingkungan Hidup, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menyebutkan bahwa deforestasi di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Salah satu yang memicu terjadinya deforestasi adalah pembangunan infrastruktur yang membuka akses menuju hutan.Director of Policy, Sustainability and Transformation WWF Indonesia Aditya Bayunanda menyebutkan, deforestasi banyak terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan, bahkan hingga memasuki wilayah Taman Nasional. "Biasanya keterkaitannya erat...
![[Ilustrasi] Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) berkaki tiga yang bernama Bujang Mandeh melihat ke arah daging ayam yang digantung, di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, 9 Juni 2016.](https://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/seekor-harimau-sumatera-panthera-tigris-sumatrae-berkaki-tiga-yang-_170629205354-806.jpg)
Sabtu , 29 Jul 2017, 06:40 WIB
WWF: Upaya Tambah Populasi Harimau Sumatra Terkendala

Kamis , 23 Feb 2017, 11:56 WIB
WWF Berharap Wisata Labuan Bajo Berbasis Lingkungan

Jumat , 09 Dec 2016, 03:14 WIB
WWF Desak Pemerintah Atasi Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Jumat , 09 Dec 2016, 01:44 WIB
WWF Ingatkan Ada Penurunan Keanekaragaman Hayati Drastis pada 2020

Selasa , 29 Nov 2016, 15:47 WIB
Produk Kayu Indonesia Unggul di Pasar Uni Eropa

Sabtu , 17 Sep 2016, 17:11 WIB
WWF Apresiasi Indonesia Jadi yang Pertama Dapatkan Lisensi FLEGT

Sabtu , 17 Sep 2016, 16:43 WIB
Produk Kayu Indonesia akan Lebih Kompetitif di Eropa, Ini Alasannya

Sabtu , 17 Sep 2016, 01:32 WIB
Setelah 10 Tahun, Indonesia Kini Raih Lisensi FLEGT

Jumat , 16 Sep 2016, 16:18 WIB