Sabtu 07 Mar 2020 02:25 WIB

Menangislah, Terima Kenyataan untuk Move On

Larut dalam kesedihan menjadi tantangan terberat.

Rep: Santi Sopia/ Red: Muhammad Hafil
Menangis terima kenyataan (Ilustrasi)
Foto: Antara/Abriawan Abhe
Menangis terima kenyataan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Larut dalam kesedihan itu sendiri menjadi tantangan terberat seseorang karena merasa tidak punya kendali atas kesedihan yang dirasakan.  Embrace atau menerima kenyataan bisa membantu seseorang bangkit kembali dari kesedihan berkepanjangan.

"Terima kenyataan bahwa saya memang sedih. Berikan waktu untuk diri Anda bersedih, menangislah jika ingin menangis," kata psikooog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Jumat (6/3).

Baca Juga

Cobalah bayangkan perasaan sedih itu sebagai sesuatu yang melekat di diri kita, menjadi bagian kita dan milil kita bukan sebaliknya sehingga kendali tetap ada di tangan kita.

Mulai susun aktivitas harian, mulal dari yang ringan dulu saja. Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, karena olahraga dapat memunculkan anti stress hormon yang dapat membantu lebih relaks.

Orang-orang di sekitar juga bisa membantu dengan mendampingi/menemani tanpa banyak tanya yang membuat ia kembali harus mengingat-ingat.

Orang lain juga dapat menawarkan bantuan apa pun yang dibutuhkan termasuk saat butuh teman untuk bicara atau sekedar menemani

"Hindari terlalu banyak menasehati atau memberikan tuntutan yang berat," kata Vera.

Setelah itu, ingat bahwa masih ada orang lain yang membutuhkan kehadiran/peran aktif kita, misalnya istri yang baru saja kehlangan suami, masih ada anak yang membutuhkan peranan ibu ke depannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement