Ahad 20 Dec 2020 21:00 WIB

Tuty Adib: Outer Ringan Menjadi Tren 2021

Pandemi membuat orang menghindari busana yang ribet dan bertumpuk-tumpuk.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Koleksi busana Tuty Adib yang ditampilkan dalam ajang Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) online 2020.
Foto: dok. IMFWA
Koleksi busana Tuty Adib yang ditampilkan dalam ajang Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) online 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren busana 2021 berganti seiring perubahan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Tren busana Muslim pun terpengaruh oleh pandemi Covid-19.

"Orang kini membutuhkan busana tidak terlalu ribet, tidak bertumpuk, simple, ringan dikenakan, dengan konsep padu padan," kata desainer busana muslimasal Solo, Tuty Adib kepada Republika, Jumat (19/12).

Baca Juga

Selain itu, konsep busana ringan, simple, dan garis-garis potong yang lebih sederhana sekarang menjadi pilihan dari para Muslimah. Dari sisi cutting, tahun depan trennya lebih ke loose, dress siluet A. Padu padan celana atau rok dengan inner, blus, hem, dan outer akan cukup mewarnai tahun 2021.

Outer ringan dan maxi juga menjadi pilihan, sehigga bisa dipadupadankan dengan daleman berbeda, termasuk koleksi yang dia sudah punya," kata Tuty.

Untuk tren warna 2021, menurut Tuty, warna segar akan menjadi tren. Warna tersebut sebagai unsur optimisme.

“Bagi saya, warna segar akan menjadi banyak mewarnai diera 2021, warna segar sejuk, nyaman, enak dimata, warna optmisime, teduh dan damai," ucap Tuty.

Menurut Tuty, pilihan warna tersebut terinspirasi oleh keadaan. Mayoritas pink dicampur salon kalem, dikombinasi dengan nude.

"Jadinya pink berbeda yang berbaur dengan warna lain," ujar Tuty.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement