Senin 30 May 2022 19:22 WIB

Arab Saudi Sedang Panas-panasnya, Bagaimana Supaya Tetap Bugar Selama Berhaji?

Calon jamaah haji diserukan mengantisipasi cuaca ekstrem, termasuk suhu panas.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Tenda kemah untuk calon jamaah haji didirikan di Mina, dekat Mekkah, menjelang musim haji, 13 Juli 2021. Calon jamaah haji dianjurkan minum sebelum haus agar tetap bugar saat cuaca panas.
Foto: AP/Amr Nabil
Tenda kemah untuk calon jamaah haji didirikan di Mina, dekat Mekkah, menjelang musim haji, 13 Juli 2021. Calon jamaah haji dianjurkan minum sebelum haus agar tetap bugar saat cuaca panas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arab Saudi kini sedang panas-panasnya. Suhu diprakirakan sekitar 43 derajat Celcius. Bahkan, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyebut, suhu pada puncak musim haji bisa mencapai 50 derajat Celcius.

Lalu, bagaimana agar jamaah haji bisa tetap prima meski suhu sedang panas ekstrem di Makkah dan Madinah? Dokter dari Emergency Medical Team (EMT) PPIH 1443 H, dr Putro S Muhammad, memberikan beberapa tips bagi para calon haji guna mengantisipasi cuaca ekstrem, termasuk suhu panas. Pertama, dia menyarankan untuk minum air putih yang cukup dan jika perlu bisa ditambah oralit atau isotonik.

Baca Juga

"Yang perlu digarisbawahi adalah semua harus minum tanpa menunggu haus. Tagar #JanganTungguHaus harus digaungkan secara masif," kata dr Putro saat dihubungi Republika.co.id, Senin (30/5).

Dr Putro juga menyarankan jamaah haji untuk tidak mengenakan pakaian yang bisa menyerap panas atau berwarna gelap seperti hitam. Sebaiknya, gunakan pakaian yang longgar dan nyaman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement