Kamis 20 Jun 2024 11:36 WIB

Informasi Palsu Bayangi Peristiwa Cuaca Ekstrem di Seluruh Dunia

Kelompok yang skeptis perubahan iklim kerap salahkan teknologi penyemaian awan.

Rep: Lintar Satria/ Red: Indira Rezkisari
Muncul perdebatan tentang teknologi penyemaian awan yang dinilai membantu peran pemanasan global.
Foto: www.freepik.com
Muncul perdebatan tentang teknologi penyemaian awan yang dinilai membantu peran pemanasan global.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kelompok-kelompok yang skeptis dengan perubahan iklim menyalahkan modifikasi cuaca. Teknologi yang dikenal sebagai penyemaian awan itu dinilai membantu peran pemanasan global atas banjir yang menghancurkan beberapa negara baru-baru ini mulai dari Brasil sampai Kenya.

Pakar mengatakan tingginya curah hujan di beberapa wilayah yang dipicu fenomena El Nino sesuai dengan perkiraan meningkatnya peristiwa cuaca ekstrem. Namun di internet, orang-orang yang skeptis dengan perubahan iklim yakin hal itu disebabkan rekayasa alam bukan karbon emisi.

Baca Juga

"Bandara Dubai terlihat seperti film apokaliptik. Video banjir benar-benar gila," kata komentator berhaluan konservatif Robby Starbuck pada 460 ribu pengikutnya di media sosial X, seperti dikutip dari Japan Today, Kamis (20/6/2024).

Cicitan itu ia sampaikan setelah Dubai dilanda hujan deras dengan curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya.