Selasa 20 Jul 2010 06:53 WIB

PKB Gabung PDIP, Ada Kendala Perbedaan Ideologi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pengamat politik Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menilai, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hanya akan menjadi kenangan bila tidak segera menyelesaikan kemelut internalnya.

"PKB harus segera memperbaiki, membenahi dan segera melakukan konsolidasi partai bila tidak ingin hilang dan menjadi kenangan pada Pemilu 2014 mendatang," katanya, di Jakarta, Senin. Ia menyebutkan, sejak Pemilu 1999 hingga 2009, PKB terus mengalami kemerosotan dalam perolehan suara secara nasional.

"Meskipun merosotnya tidak tajam, tapi akan sangat berpengaruh sekali. Oleh karenanya, PKB harus segera melakukan pendekatan ke masyarakat, terutama kalangan Nahdlatul Ulama (NU)," sebutnya.

Terkait usulan Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Lili Chadidjah Wahid bahwa PKB lebih baik bergabung dengan partai lain seperti PDI Perjuangan, jika tidak segera Muktamar 2010, ia mengatakan, "Tidak mungkin,". "Tidak mungkin PKB akan bergabung dengan PDI Perjuangan karena banyak perbedaan diantara kedua partai itu, seperti ideologi dari PKB dan PDI Perjuangan, jelas-jelas berbeda," ungkap Andrionof.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Muqoam mengatakan, tidak ingin latah dan ikut-ikutan seperti Partai Golkar yang ingin mendekati PKB sebelum didahului PDI Perjuangan.

Ketua Komisi IV DPR itu mengatakan, PPP akan memfokuskan diri pada konsolidasi internal partai. Meski ia mengakui, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali akhir-akhir ini sering melakukan kunjungan ke berbagai pondok pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah dan bertemu dengan kiai-kiai sepuh yang selama ini berada di belakang PKB.

"PPP akan memikirkan internal dulu. Soal pendekatan kepada PKB, nantilah. Silahkan kalau Golkar ingin mendekati dan mengajak PKB bergabung," ujar Muqoam.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Lily Chadidjah Wahid menyatakan, bila PKB tidak segera menggelar Muktamar tahun 2010 ini, maka disarankan PKB bergabung dengan partai lain seperti PDIP. "PKB akan lebih baik bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebab yang partai agama sudah ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Apakah PKB bisa berada di dalam PKS?. Dengan Partai Amanat Nasional (PAN), PKB tidak akan ketemu, apalagi di bawah tidak mau sama PAN," kata adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement