Jumat 06 Aug 2010 07:01 WIB

Persebaya Tolak Tanding dengan Persik

Rep: israr/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Pertandingan Liga Super Indonesia musim 2009/2010 yang tertunda antara Persik Kediri versus Persebaya Surabaya batal digelar. Laga yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri, Kamis (5/8), tidak terlaksana karena Persebaya menolak keputusan technical meeting yang menyatakan pertandingan bisa dilaksanakan.

Kubu Persebaya berpatokan terhadap surat dari panitia pelaksana (panpel), Selasa (3/8), yang menyatakan laga tidak bisa berlangsung karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian. Manajer Persebaya, I Gede Widiade, menyatakan panpel juga melampirkan surat dari pihak Kepolisian Resor Kediri Kota yang menyatakan izin pertandingan dicabut. Kepolisian meminta pertandingan dilangsungkan di luar wilayah Polda Jawa Timur.

Namun Persebaya kemudian mendapatkan undangan dari panpel untuk melaksanakan technical meeting pada Rabu (4/8). Meski bingung, pihak Persebaya tetap hadir. Dalam technical meeting tersebut panpel menyatakan izin keamanan sudah keluar. Kubu Persebaya menolak karena panpel tidak mampu menunjukkan surat resmi dari Kepolisian Resor Kediri Kota yang mencabut surat sebelumnya.

"Mana bisa seenaknya panpel mengatakan pertandingan bisa digelar jika surat sebelumnya yang menyatakan pertandingan tidak bisa digelar belum dicabut. Jelas tertulis dalam surat yang kita terima jika pihak kepolisian mengkhawatirkan terjadinya kerusuhan jika laga tetatp digelar,” kata Gede saat dihubungi Republika, Kamis (5/8).

Technical meeting yang dimulai pukul 14.00 WIB ini berlangsung alot. Pertemuan sempat terhenti dan dilanjutkan pada pukul 19.00 dengan mendengar pemaparan Wakapolresta Kediri Kota tentang kesiapan menggelar laga. Perwakilan Persebaya menolak karena menilai harus ada pencabutan terjadap surat sebelumnya.

Berdasarkan Berita Acara yang dibuat Pengawas Pertandingan, M Saugi, technical meeting dilanjutkan Kamis (5/8) pukul 09.00, sekitar 6,5 jam sebelum kickoff. Dalam salinan yang diterima Republika, disebutkan jika pihak Polresta Kediri Kota menjamin terlaksananya pertandingan berdasarkan surat izin penyelenggaraan dari Polda Jatim No. SI/197/VII/2010/DIT INTELKAM. Saugi memutuskan pertandingan bisa berjalan sesuai jadwal. Namun Persebaya tetap berpendirian bahwa harus ada surat resmi.

“Sampai saat ini pun tidak ada surat pencabutan itu. Mereka menyodorkan surat dari Polda Jatim, padahal setahu saya surat dari Polda itu bukan untuk pertandingan ini. Bagaimana mungkin kami mau bermain kalau caranya seperti ini,” kata Gede kesal.

Ia menegaskan ada pihak yang memaksakan laga ini tetap digelar agar Persik terhindar dari hukuman kekalahan WO 0-3. “Kita tunggu saja keputusan PT Liga Indonesia seperti apa. Pada dasarnya kami mematuhi semua yang diperintahkan asal caranya benar, bukan seperti ini. ,” tegas Gede.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement