Sabtu 25 Sep 2010 04:45 WIB

Obat Generik Untuk Jamaah Haji

Rep: C13/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah menggunakan obat generik bagi jamaah haji tahun ini. Dengan pemakaian obat generik, pemakaian anggaran dapat ditekan 30 persen lebih murah.

Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Sri Indrawati mengatakan, kebijakan pemakaian obat generik adalah yang pertama kali. "Tahun lalu kita memakai branded generik," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (24/9). Dia membandingkan, penganggaran untuk obat bagi jamaah haji tahun ini jauh lebih sedikit. Pada 2009, anggaran Kemenkes untuk obat jamaah haji mencapai Rp 30,3 miliar. Sedangkan pada tahun ini jumlah itu menyusut ke angka Rp 19,1 miliar.

Pemakaian obat generik, lanjutnya, terkait program pemerintah untuk merevitalisasi obat generik. Selain itu, dia berharap dengan pemakaian obat generik, masyarakat dapat mengetahui khasiatnya secara langsung.

Sri mengatakan, selain obat generik, pemerintah juga menggunakan sisa obat tahun lalu. "Dari inspeksi yang dilakukan tiap enam bulan sekali, obat-obat yang ada di gudang masih aman digunakan," katanya.

Dijelaskannya, terdapat dua jenis penyakit yang kerap melanda jamaah haji. "Kalau ndak sakit pernafasan, ya penyakit sirkulasi seperti penyakit jantung," lanjutnya. Selain dua jenis penyakit tersebut, pemerintah menyiapkan lebih dari 247 item obat untuk penyakit lainnya.  

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَمَا تَفَرَّقُوْٓا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۗ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى لَّقُضِيَ بَيْنَهُمْۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْرِثُوا الْكِتٰبَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيْبٍ
Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al-Qur'an) itu.

(QS. Asy-Syura ayat 14)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement