Jumat 20 Aug 2010 03:44 WIB

Nur Mahmudi Minta Tambahan Gerbong untuk KRL Depok-Jakarta

Rep: c21/ Red: Arif Supriyono

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, memberikan sejumlah masukan, terkait pelayanan kereta rel listrik (KRL). Di hadapan Menteri Perhubungan, Fredy Numberi; dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar; serta beberapa pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI), Nur menilai rangkaian kereta api kurang memadai.

“Bukannya warga senang naik di atas gerbong tapi karena kurang tempat duduknya. Makanya, mereka naik ke atas gerbong, “ ujarnya di sela-sela peresmian KRL khusus perempuan di dipo KRL Ratu Jaya, Citayam, Depok, Jabar, Kamis (19/8).

Ia meminta PT KAI beserta jajarannya menambah jumlah kereta. Selain itu, ia mengusulkan penambahan frekuensi KRL yang melayani rute Depok-Jakarta dan sebaliknya.

PT KAI Commuter Jabodetabek memiliki 500 rangkaian kereta. Sayangnya, dari jumlah itu hanya 300 yang bisa digunakan. Sisanya menghadapi kendala, antara lain mengalami kerusakan dan listrik yang belum memadai.

Nur juga meminta PT KAI segera membuat gardu listrik baru di sepanjang rel yang ada. “Selain itu, kereta ekspres jangan hanya berhenti di Satsiun Depok Lama tapi juga satsiun lain seperti Stasiun UI dan Pondok Cina,” jelasnya.

Rute KRL Depok-Jakarta termasuk padat. Sehari, sekitar 50 ribu warga Depok menggunakan fasilitas ini untuk bepergian menuju Jakarta.

PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (PT KCJ) kemarin (19/8) resmi meluncurkan KRL khusus perempuan. Hal ini merupakan upaya meminimalisasi pelecehan seksual di angkutan umum yang belakangan kian kerap terjadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement