REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR- Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor membuat sebuah rumah di Kampung Sukajadi, RT 4 RW 10, Kelurahan Bondongan, Bogor Selatan, Kota Bogor ambruk tertimbun longsor, Selasa (16/11). Akibatnya, empat orang penghuni rumah yaitu Ella (29) beserta putrinya Fiona (2), serta dua keponakan Ella yakni Marsya (4) dan Jia (2) tewas akibat tertimbun lumpur dan reruntuhan bangunan.
Menurut Ujang (45), paman korban, peristiwa ini bermula saat para korban bertamu ke rumah salah satu kerabat korban, Siti Aisyah (33). Kebetulan rumah tersebut berada di bawah sebuah tebing setingggi delapan meter.
Saat para korban sedang bersantai, sekitar pukul 14.00 WIB, karena terus menerus diguyur hujan, tiba-tiba saja tanah dari tebing tersebut runtuh. Hal ini membuat atap rumah jebol dan menyebabkan air beserta timbunan lumpur tanah menerjang masuk ke dalam rumah tersebut.
Para korban yang tak sempat menyelamatkan diri pun meninggal seketika. '' Ketiga ponakan saya yang masih kecil, Fiona, Marsya dan Jia ditemukan sedang berpelukan di kamar. Sementara Ella ditemukan di ruang tamu,'' kata Ujang sedikit tertatih pada wartawan.
Saat berita diturunkan, gabungan dari Search And Rescue (SAR), Taruna Siaga Bencana (Tagana), kepolisian serta TNI dibantu warga telah berhasil mengevakuasi para korban. Selain korban tewas, dua orang juga mengalami luka-luka yakni Yanti (25) dan keponakannya Bimo (4). Karena luka yang lumayan berat, mereka pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Kapolres Bogor Kota, AKBP Slamet Wibowo mengaku pihaknya masih meminta keterangan saksi terkait kronologis kejadian. '' Kami pun berencana meminta keterangan PT Kereta Api Indonesia (KAI), karena pemukiman ini berada persis dilahan PT KAI, karena ada di rel kereta,'' jelasnya.
Sementara itu, menurut warga, perkampungan itu memang kerap menjadi langganan longsor. Meski demikian belum pernah ada korban tewas seperti sekarang.