Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Hasil PCR Belum Keluar, SMA Negeri 6 Jakarta Batal Gelar PTM 100 Persen

Rabu 19 Jan 2022 15:15 WIB

Red: Nur Aini

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Foto: Pixabay
Seorang siswa SMA Negeri 6 Jakarta diketahui positif Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Jakarta batal menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen pada Rabu (19/1/2022) karena hasil tes "Polymerase ChainReaction" (PCR) para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut belum keluar.

 

Wakil Kepala Sekolah SMAN 6 Jakarta Bidang Hubungan Masyarakat, Unro saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengatakan, tes tersebut merupakan tindak lanjut dari temuan kasus Covid-19 dari salah satu siswanya pada Kamis (13/1/2022).

Baca Juga

"PTM belum (hari ini) karena masih menunggu hasil tes PCR terkait Covid-19 yang dilakukan terhadap siswa, guru, serta karyawan," kata Unro.

Dia menjelaskan, tes usap PCR sebelumnya dilakukan Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru terhadap 82 orang yang terdiri atas 35 orang siswa kelas XI, 41 pendidik dan 6 tenaga kependidikan.

"35 siswa itu berasal dari kelas yang terdapat satu orang siswa positif Covid-19," kataUnro.

Kendati PTM telah ditiadakan sejak Jumat (14/1/2022), pihaknya tidak mau mengambil risiko dengan memulai PTM karena belum keluarnya hasil tes PCR tersebut.

"Sehingga daripada terkatung-katung tidak ada kepastian, kami putuskan hari ini untuk pembelajaran jarak jauh," ujarnya.

Dia menambahkan, apabila hasil tes PCR menunjukkan seluruh siswa dan guru tersebut negatif, maka PTM 100 persen di SMAN 6, dapat dimulai kembali pada Kamis (20/1/2022). SMAN 6 ditutup sementara selama lima hari sejak Jumat (14/1/2022) setelah satu siswa kelas XI MIPA 5 terkonfirmasi Covid-19 dari klaster keluarga.

"Satu anak dari klaster keluarga, jadi (awalnya) pihak orang tua pada Senin, (10/1/2022) minta izin anaknya tidak masuk karena mau tes PCR. Hari Kamis, (13/1/2022) terkonfirmasi Covid-19," kata Kepala Sekolah SMAN 6 Wanito Handoyo di Jumat, (14/1/2022).

Baca:Banjir Jakarta Meluas ke 102 RT, Jumlah Pengungsi Bertambah

Wanito memastikan, siswa tersebut tidak terkonfirmasi varian omicron. "Walaupun itu dari luar, maka kami tetap melaksanakan meliburkan anak selama lima hari untuk memastikan tidak terjadi klaster di sekolah," ungkap Wanito.

Baca: Banjir Diatasi Cepat Saat Hujan Ekstrem, Anies: Atas Izin Allah

Baca: Wagub DKI: 28 Sekolah Kembali Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile