Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Harga Cabai Rawit Merah di Sleman Rp 100 Ribu

Selasa 23 Mar 2021 17:54 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Pedagang melayani pembeli cabai rawit merah. ilustrasi

Pedagang melayani pembeli cabai rawit merah. ilustrasi

Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA
Harga komoditas di Sleman stabil kecuali cabai rawit merah.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Harga cabai di Sleman masih mahal meski perlahan lahan mulai turun.

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Tri Saktiyana menuturkan, hasil peninjauan ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Gamping Sleman memiliki kesamaan dengan Bantul. Harga komoditas cabai rawit merah tidak stabil.

Baca Juga

"Namun, hari ini sudah mulai turun. Kemarin, saya lihat masih harga Rp 110.000 per kilogram, tapi di sini saya mendapatkan harga Rp 100.000 per kilogram," kata Tri, Selasa (23/3).

Tri menambahkan, Pasar Gamping bisa menjadi salah satu tolak ukur ketersediaan dan harga bahan pokok saat ini. Sebab, letaknya strategis berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, melakukan pemantauan peninjauan ketersediaan komoditas bahan pokok menjelang Ramadhan 2021 ke Pasar Gamping. Peninjauan dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY.

Ia mengatakan, peninjauan dilakukan di Pasar Gamping karena merupakan salah satu pasar yang masuk kategori pasar besar yang ada di Kabupaten Sleman. Turut didatangi sejumlah pedagang yang menjajakan sembako dan kebutuhan pokok lain.

"Ketersediaan bahan pokok maupun harga bahan pokok saat ini relatif stabil. Hanya ada beberapa yang mengalami kenaikan seperti cabai," kata Danang, Selasa (23/3).

Danang menduga, permintaan masyarakat yang mengalami penurunan sampai 30-50 persen jadi salah satu permasalahan bagi pedagang pasar. Namun, banyak pula faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan permintaan bahan pokok masyarakat.

"Di antaranya aktivitas masyarakat yang berkurang seperti rumah makan belum buka semuanya dan banyak faktor lainnya," ujar Danang.

Terkait komoditas tertentu seperti cabai yang mengalami kenaikan harga, Danang menilai, itu banyak dipengaruhi hasil petani yang belum stabil. Kondisi itu sendiri karena cuaca yang tidak menentu, sehingga harganya belum stabil.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile