Senin 08 Sep 2014 06:30 WIB

Penderita Obesitas Cenderung Akan Merokok

Rep: MG ROL 25/ Red: Indira Rezkisari
obesitas
Foto: antara
obesitas

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES – Penderita Obesitas (kelebihan berat badan) cenderung mengonsumsi rokok. Kesimpulan ini merupakan jawaban atas kekhawatiran dan mitos masyarakat tentang penderita obesitas yang berisiko tinggi menggunakan narkoba.

Penelitian ini dilakukan oleh American Journal of Healthy Behaviour, kepada 15.000 remaja. Pertanyaan berkisar pada kesehatan mental dan fisik, indeks massa tubuh dan penggunaan rokok, alkohol, dan narkotika.

Dalam analisis statistik, mereka menemukan korelasi tinggi antara penderita obesitas bagi remaja dengan kebiasaan merokok. Yang melegakan, individu dengan kelebihan berat badan dianggap tidak mungkin menyalahgunakan narkotika, dibanding orang-orang dengan berat badan normal.

“Biasanya, keinginan merokok datang karena penderita obesitas ingin bergaul dan diterima oleh lingkungan sosial mereka,” kata Isabella Lanza, peneliti di Univesity of California Los Angeles, dikutip dari Science Daily, Ahad (7/9).

Umumnya, rokok dijadikan sebagai alasan untuk memajukan status sosial para penderita obesitas. Selain itu, masyarakat cenderung percaya bahwa rokok bisa menekan nafsu makan dan membantu mengurangi berat badan. Karena hal tersebut, penderita obesitas mencoba merokok.

Faktanya, dalam The Obesity Society, merokok justru menyebabkan pemakainya menginginkan makanan masuk lebih banyak. Merokok cenderung membuat nafsu makan penggunanya naik besar-besaran, dan tidak membantu menyembuhkan obesitas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement