Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penjualan Buku Cetak Menurun Selama Pandemi

Rabu 11 Nov 2020 10:15 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Nora Azizah

Penjualan buku menurun karena masyarakat lebih memperketat pengeluaran keuangan (Foto: ilustrasi)

Penjualan buku menurun karena masyarakat lebih memperketat pengeluaran keuangan (Foto: ilustrasi)

Foto: Boldsky
Penjualan buku menurun karena masyarakat lebih memperketat pengeluaran keuangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai sektor kehidupan terganggu, tak terkecuali pada bidang perbukuan. Direktur Republika Penerbit, Arys Hilman, mengatakan, pembelian buku selama pandemi mengalami penurunan.

Hal ini disebabkan, pandemi Covid-19 terjadi cukup panjang dan membuat masyarakat harus mengatur pengeluaran mereka dengan ketat. Arys menilai, perhatian sebagian besar masyarakat saat ini adalah memenuhi kebutuhan primer, yakni soal pangan dan sandang. Meskipun demikian, penjualan buku secara online mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Baca Juga

"Masyarakat tidak bisa bepergian ke toko buku, tetapi mereka dapat memesan secara online," kata Arys, dalam keterangan yang diterima Republika, Rabu (11/11).

Dilihat dari penjualan buku secara online yang meningkat, artinya permintaan buku secara digital juga meningkat. Namun, Arys berpendapat meningkatnya permintaan buku digital tetap tidak bisa menggantikan penurunan penjualan buku cetak.

Ia mengatakan, sebanyak 96,71 juta masyarakat Indonesia masyarakat Indonesia belum tersentuh oleh internet. Oleh karena itu, keberadaan buku cetak tetap diperlukan, bahkan menjadi stempel validasi.

"Buku cetak tetap diperlukan, digitalisasi jangan terlalu bersemangat, jadi harus disesuaikan dengan kebtuhan. Dan pahami perubahan, lalu jadikan disrupsi saat ini sebagai peluang. Kita perlu berkolaborasi dan bertransformasi untuk memenangkan pertarungan saat ini," ujar dia lagi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta, Hikmat Kurnia menyambut baik gagasan Arys terkait kolaborasi dan transformasi. Menurutnya, saat ini memang diperlukan kerja sama antarpenerbit untuk bersama-sama berkolaborasi dalam mendorong pertumbuhan pasar.

"Ini (kolaborasi dan transformasi) gagasan baik dalam meningkatkan sinergi antarpenerbit agar tetap survive," kata Hikmat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile