JAKARTA -- Proses penunjukan pelatih tim sepak bola nasional (timnas) Indonesia dalam tahap akhir. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) belum memutuskan pelatih yang bakal membesut skuat Garuda. Keputusan mengenai siapa pelatih timnas akan ditetapkan pekan ini.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ade Welington mengatakan, PSSI memang sudah mengantongi 10 nama calon pelatih. Enam di antaranya impor, sisanya lokal.
Namun, forum di internal kepengurusan induk sepak bola nasional tersebut belum menghasilkan satu nama pun. Bahkan, dia mengatakan, soal memilih pelatih asing atau dari dalam negeri masih dalam pembahasan.
"Sudah hampir final. Sebisa mungkin akan diumumkan, tetapi kami harus pastikan 100 persen terlebih dahulu," kata dia kepada wartawan saat ditemui di kantor PSSI, Selasa (3/12).
Ade menerangkan, PSSI cuma punya jawaban tentang penunjukan kepelatihan mendatang yang satu paket. Kata dia, dari 10 nama dalam catatan PSSI, akan ada kombinasi kepelatihan nasional di tiga level usia timnas. Menurut dia, sejumlah nama pelatih asing berpeluang membesut timnas Garuda senior dan U-23.
Sedangkan, dua tim lainnya, yakni timnas U-19 dan U-15, boleh jadi memberikan peluang bagi pelatih lokal. "Kami akan memutuskan pelatih ini satu paket, dan sekarang memang dalam tahap akhir prosesnya di internal terlebih dahulu," ujar dia.
Ade memastikan, keputusan di kepengurusan induk soal kepelatihan nasional, akan terjawab dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pra-kongres tahunan pada 8 Januari mendatang.
Pelatih Bali United Indra Sjafri saat dihubungi mengungkapkan, dirinya masuk dalam daftar nama-nama calon pelatih timnas yang dibidik federasi nasional. Mantan pelatih timnas U-19 tersebut menceritakan, dirinya pernah dipanggil Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi untuk membicarakan tentang kepelatihan.
"Saya pernah dipanggil PSSI, 7 Desember. Kami membicarakan tentang timnas semua umur," ujar dia, Selasa (3/12). Dalam pembicaraan tersebut, Indra mengungkapkan, memang tak ada permintaan spesifik dari PSSI agar dirinya kembali membesut timnas Garuda. Namun, dia tegas mengatakan, jika PSSI menghendakinya kembali bergabung dengan timnas maka tak akan ada penolakan.
"Menjadi pelatih timnas itu bukan soal peluangnya ada atau tidak ada, itu tugas negara. Siap enggak siap, harus siap," sambung dia.
Namun, dia pun menyampaikan, siapa pun yang dipercaya melatih timnas Garuda pastinya arsitek lapangan yang sudah diketahui kualitasnya. "Siapa pun pelatih timnas, kita harus mendukungnya. Siapa pun itu," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendesak agar federasi nasional mengontrak pelatih kaliber dunia bagi skuat Merah Putih. Imam menyebutkan beberapa pelatih berkaliber dunia yang bisa dikontrak melatih timnas. Salah satunya mantan pelatih timnas Belanda dan Rusia Guus Hiddink. PSSI pun mengaku setuju dengan wacana tersebut.
Namun, maukah pelatih 67 tahun tersebut? Triball Football akhir pekan lalu mengabarkan, pelatih asal Belanda itu masih bercokol di Liga Inggris bersama Chelsea. Hiddink dipercaya manajemen the Blues sebagai pelatih tamu di Akademi Junior Chelsea.
"Saya masih di Chelsea, memantau akademi junior. (Roman) Abramovich (pemilik Chelsea—Red) masih berbicara dengan saya tentang sepak bola," kata Hiddink. Hiddink mengungkapkan, bos besar Chelsea dari Rusia itu juga sedang mempromosikan namanya agar bisa kembali membesut timnas Beruang Merah. rep: Bambang Noroyono ed: Abdullah Sammy