Suasana 2017 baru saja kita rasakan. Dalam memasuki awal era yang baru, sejumlah pihak tentu telah mempersiapkan warna baru dalam kehidupannya. Tak ketinggalan pula varian-varian baru bagi produk-produk kue dan cokelat.
Sepanjang 2016, two seasons cake masih menjadi primadona dalam produk Dapur Cokelat. Cake cokelat dengan lapisan cream mousse white chocolate dan dark chocolate ganache ini seakan menghipnotis para pecinta cokelat di Indonesia.
Selain itu, produk tersebut, praline (cokelat) dengan 31 varian rasa yang unik, juga tak kalah diminati para konsumen Dapur Cokelat. Untuk lebih menarik para konsumen Indonesia, Dapur Cokelat tentu berupaya menghadirkan cita rasa baru pada 2017.
Manager Marketing Dapur Cokelat, Gusni Puspitasari, mengungkapkan, tokonya akan terus mengedukasi bahwa cokelat dapat berpadu dengan beragam rasa dan bentuk. "Kami akan menciptakan beragam cake, praline serta produk snack yang berbahan dasar cokelat dipadukan dengan berbagai rasa seperti green tea, lemon, almon, coffee, strawberry, orange, cheese, blueberry, dan mint hingga memiliki tampilan dan rasa yang unik," ujar Gusni kepada Republika, Kamis (29/12).
Sebagai cara memuaskan pecinta cokelat, pihaknya akan melakukan inovasi dengan meluncurkan beberapa produk baru. Salah satunya, kata dia, Dapur Cokelat akan merilis produk cupcake dengan sembilan rasa baru pada awal tahun ini.
Sementara tepat di awal tahun ini, Dapur Cokelat telah menyiapkan sajian spesial. Sajian ini berupa berbagai chocolate collection dengan beragam bentuk. "Dan spesial cake khusus, yaitu marble/ (marmer) cake," ujarnya.
Menurut dia, peluncuran produk ini berkaitan erat dengan programnya di setiap tahun. Dapur Cokelat selalu meluncurkan produk chocolate collection dengan berbagai bentuk sesuai tema yang dipilih setiap tahunnya. Produk tersebut memiliki bentuk yang khas, sehingga akan menjadi bingkisan yang istimewa untuk keluarga dan kerabat
Gusni menambahkan, produk-produk akhir tahun ini memang selalu memiliki tema khusus. Untuk tahun ini, pihaknya mengangkat tema "Classic Festive Season". Tema ini mencoba menampilkan ornamen khas Natal dan tahun baru yang klasik seperti bentuk rusa, rumah, dan log (tema potongan kayu) pada produk.
Mengenai pemilihan marble cake sebagai menu awal tahun, Gusni menjelaskan, hal ini masih berhubungan dengan tren pada tahun ini. Tahun ini pelanggan menunjukkan kegemaran terhadap cake yang membangkitkan nostalgia dan kehangatan. Salah satunya, kata dia, dengan marble cake ini.
Kali ini, dia mengungkapkan, mayoritas target audiensnya merupakan keluarga dan profesional muda. "Untuk itu, produk kami ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 8.250 sampai Rp 1,5 juta," kata dia.
Untuk menyambut tahun baru, First Love Patisserie juga mencoba menampilkan konsep baru. First Love Patisserie sendiri merupakan produk pertama yang memperkenalkan mille crepes cake (kue lapis crepes dan cream) di Indonesia. Produk ini handmade, sehingga dipastikan tidak mengandung bahan pengawet dan pewarna buatan.
Dari sejumlah produk, mille crepes cake rasa french vanilla merupakan yang paling diminati karena rasanya yang netral di semua lidah. Selain itu, varian baru seperti oreo cheese juga banyak disukai para pelanggan. Varian ini menjadi favorit karena perpaduan tepat antara rasa oreo dan cheese yang sesuai dengan selera konsumen.
Untuk memuaskan pelanggan, Manager Marketing First Love Patisserie, Agnes Felician, mengatakan, pihaknya mencoba melakukan promo spesial sesuai dengan kebutuhan konsumen.
First Love Pattisserie menyediakan promo cake gratis, cashback, dan kupon gratis puding pisang bagi pelanggan berkebutuhan banyak. Selain itu, penampilan packaging produknya juga akan disesuaikan dengan season. " Packaging yang menarik dan elegan ini pastinya akan disukai oleh penerima," ujarnya.
Secara umum, target konsumen memang lebih korporat, seperti bank, agensi perjalanan, dan perusahaan di bidang lainnya. Untuk itu, harga yang ditawarkan pun mulai dari Rp 3,29 juta. Harga ini untuk produk 10 loyang kue + free 1 loyang + cashback voucher + banana pudding coupon.
Berbeda dengan dua rumah produk sebelumnya, The Harvest Cakes justru tidak mengeluarkan menu maupun konsep spesial tahun baru. Director of Food and Beverage The Harvest Cake, Lia Purnomo, mengatakan, pihaknya masih menawarkan produk andalan sepanjang 2016, seperti chocolate devil cake. "Kue ini menggunakan bahan berkualitas seperti cokelat jenis couverture dan unsalted butter dari New Zealand," kata Lia.
Untuk krim, The Harvest menggunakan bahan yang 100 persen lemak hewani tanpa campuran nabati. Hal ini pun berdampak terhadap tampilan yang lembut dan meleleh di dalam mulut. Dengan demikian, produk itu dapat mudah dicerna oleh tubuh para konsumen. "Dan garnish kita simpel dengan menggunakan macaroon yang bisa menarik konsumen untuk membeli," kata Lia.
Dia melanjutkan, rasa cake dan tekstur menu andalan itu juga memiliki komponen yang saling melengkapi. Dengan kata lain, akan ada sensasi lembut, rasa cokelat yang kuat dan sesuatu yang nikmat saat digigit. Terlebih, produk ini menggunakan choco crunchy yang dapat memberikan cita rasa khusus. rep: wilda Fizriyani ed: Setyanavidita Livikacansera