Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) memerlukan evaluasi setiap tahunnya untuk memberikan efek positif bagi keputusan pemberian bantuan berikutnya. Sebab, dana yang dikeluarkan perusahaan sudah seharusnya memberikan dampak kepada masyarakat untuk perbaikan hidup yang lebih baik.
Program sosial ini sering kali menjadi wadah untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga banyak perusahaan mencoba memilih untuk memberikan bantuan secara global. Namun, meski begitu, terkadang ada pula perusahaan memfokuskan pada suatu bidang dalam penggarapan CSR untuk sekala berkelanjutan.
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencoba menyasar bidang edukasi finansial sebagai fokus program CSR. Langkah ini diambil setelah melihat Manulife Financial memfokuskan bantuan tanggung jawab sosialnya kepada bidang pendidikan dan kesehatan. Ke depan, MAMI akan lebih konsentrasi pada edukasi pentingnya melek finansial untuk segala usia dengan cara bantuan dan beasiswa.
Sepanjang 2016, dalam pelaksanaan program CSR, perusahaan ini merangkul berbagai elemen masyarakat, dari usia dini hingga dewasa, termasuk melibatkan diri dalam pemberian beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri yang menjadi duta MAMI.
"Kami memberikan beasiswa pada 20 mahasiswa dari berbagai bidang ilmu selama empat tahun, yang diharapkan nantinya mereka akan bisa mengedukasi lingkungan seputar finansial," kata Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro.
Para penerima beasiswa tersebut, menurut dia, adalah hasil seleksi dari beberapa mahasiswa yang mendaftar. Diharapkan setelah lulus, duta MAMI ini bisa menaikkan melek finansial di masyarakat.
Edukasi finansial juga dilakukan MAMI pada murid SD, guru honorer, dan anak-anak di panti asuhan. "Kami juga melakukan program CSR di bidang lingkungan, seperti penanaman terumbu karang di laut kawasan Pulau Lengkuas, Belitung," kata dia.
Menurut Legowo, program CSR yang sudah dilakukan, selalu dievaluasi oleh tim khusus yang bernama Komite Filantropi. Hasil avaluasi akan menjadi penentu program CSR selanjutnya. "Untuk tahun 2017, kita belum menentukan akan ke mana, dengan anggaran berapa, namun yang pasti perusahaan akan tetap menggarap bidang edukasi finansial."
Sebab, menurut dia, pemahaman masyarakat terhadap masalah finansial masih tergolong rendah. Karena itu, pihaknya berancana tetap masih akan memfokuskan diri pada edukasi finansial. Nantinya, edukasi akan lebih menyasar anak -anak yang memang harus sejak dini diberikan pengetahuan akan pentingnya menabung hingga berinvestasi.
Dia mengatakan, program edukasi finansial ini akan dilakukan di luar jam formal sekolah. Konsepnya adalah edukasi yang dibalut dengan keceriaan, sehingga mereka akan lebih mudah menerima dan memahaminya. "Kita berharap, nantinya mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Legowo.
Dukung program OJK
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Negara Indonesia (BNI) mendukung program literasi keuangan secara dini, misalnya melalui pembukaan tabungan bagi para pelajar, seperti yang dilakukan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Corporate Secretary BNI Kiryanto menjelaskan, program ini mengajak 400 siswa SMA di Tana Toraja untuk membuka rekening tabungan BNI Simpanan Pelajar (SimPel). Konsistensi BNI dalam mendukung program literasi OJK ini, menurut dia, telah dilakukan di berbagai kota di Indonesia dan saat ini tercatat sebanyak 1,5 juta siswa telah memiliki rekening tabungan BNI SimPel.
Kiryanto menyatakan, literasi keuangan memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan literasi seseorang terhadap produk ataupun jasa perbankan agar menjadi lebih well literate.
"Literasi keuangan juga akan meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan," katanya, seperti dikutip Antara.
Untuk itu, agar masyarakat dapat menentukan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai, harus dipahami dengan benar manfaat maupun risiko, hak maupun kewajiban, serta keyakinan bahwa produk dan jasa layanan itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, BNI juga aktif memberikan edukasi keuangan di sekolah melalui kegiatan BUMN Mengajar untuk memberikan materi pengenalan perbankan, produk, dan jasa bank serta manfaat menabung bagi siswa-siswi untuk persiapan masa depan. Baik literasi maupun inklusi keuangan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman layanan keuangan, khususnya produk tabungan kepada siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah dengan akses keuangan yang mudah dijangkau.
Pada kesempatan itu, BNI menyumbangkan empat unit komputer serta memberikan penghargaan kepada tiga siswa terbaik SMA Katolik Makale dalam bentuk tabungan BNI SimPel masing-masing Rp1,5 juta. Selain itu, bank ini juga memberikan penghargaan kepada dua guru terbaik dalam bentuk tabungan BNI Taplus. rep: Dwina Agustin ed: khoirul azwar