Rabu 04 Jan 2017 14:00 WIB

AS Tampik Rumor Soal Serangan Klub Reina

Red:

ANKARA -- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Turki menyangkal laporan media yang menyebut AS tahu insiden penembakan di klub malam elite Reina sebelum kejadian. Dilansir kantor berita Turki, Anadolu, pada Ahad (1/1), Kedubes menyatakan itu hanya rumor.

"Bertolak belakang dengan rumor di media sosial, Pemerintah AS tidak punya informasi apa pun soal ancaman di tempat hiburan tertentu, termasuk klub Reina," demikian isi pernyataan.

Kedubes juga tidak memberi peringatan pada warga AS agar menjauhi tempat tersebut. Lebih lanjut, Gedung Putih dan Kedubes AS menyatakan kecaman atas serangan teror.

Rumor muncul setelah pemilik klub malam elite Reina, Mehmet Kocarslan, mengklaim sumber AS memiliki data intelijen soal serangan ini.

Kocarslan meralat pernyataannya kemudian. Ia mengatakan, AS memperingatkan warga untuk melawan serangan semacam itu. Kedubes AS sudah mengeluarkan peringatan umum sejak 22 Desember lalu.

"Untuk Turki dan semua wilayah di Eropa, di manapun yang memiliki indikasi ancaman, bahwa penduduk AS mungkin jadi target serangan kekerasan," kata peringatan tersebut.

Pernyataan itu menambahkan, AS dan Turki terus koordinasi secara dekat melawan terorisme, termasuk dalam berbagi informasi intelijen.

Sementara, saluran televisi CNN Turk melaporkan, delapan orang ditangkap terkait insiden penembakan di klub Reina, Senin (2/1). Sementara, BBC melaporkan, polisi telah menangkap 12 orang.

Deputi Perdana Menteri Numan Kurtulmus mengatakan, pihak berwenang telah memiliki rekam sidik jari dan gambaran dasar pelaku. Otoritas berjanji untuk mempercepat identifikasi penembak.

"Langkah selanjutnya adalah mencoba mengidentifikasi secepat yang kami bisa," kata Kurtulmus.

Kurtulmus berharap otoritas tak hanya menemukan pelaku teror, tapi juga segala koneksi yang membantunya. Ia mengonfirmasi delapan penangkapan. Kemudian, pasukan khusus dengan helikopter meluncurkan operasi penggerebekan di sebuah rumah di distrik Zeytinburnu.

Pelaku masih belum ditemukan, tapi polisi menangkap kembali empat orang. Polisi Turki juga telah merilis foto baru yang mereka sebut sebagai pelaku. Polisi tidak memberi informasi mengenai asal usul foto tersebut. rep: Lida Puspaningtyas  ed: Yeyen Rostiyani

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement