Selasa 03 Jan 2017 15:15 WIB

Petani Bima Merugi

Red:

MATARAM - Pemprov NTB memperkirakan kerugian petani akibat banjir bandang Bima mencapai Rp 34,4 miliar. Kerugian itu berupa kerusakan tanaman pangan dan hortikultura.

"Laporan perkiraan kerugian petani akibat banjir bandang tersebut sudah kami terima dari Pemerintah Kabupaten Bima," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Nusa Tenggara Barat (NTB) Husnul Fauzi di Mataram, Senin (2/1).

Banjir bandang menerjang lima kecamatan di Kota Bima, dan empat kecamatan di Kabupaten Bima, pada 21 Desember 2016.  Khusus di Kabupaten Bima, banjir bandang terjadi di Kecamatan Sape, Wawo, Wera, dan Ambalawi.

Ratusan hektare tanaman padi dan jagung rusak berat. Tanaman padi yang rusak ringan seluas 366 ha dan rusak berat (mengarah ke puso) 384,5 ha.

Ada juga lahan tanaman kedelai yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir. Namun, masih dalam proses pendataan. "Kerugian terbesar lebih banyak di tanaman bawang merah. Terlebih harga komoditas tersebut saat ini cukup bagus," ujarnya.

Untuk kerugian petani di Kota Bima, Husnul mengaku, belum bisa memprediksi. Sebab, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Bima hanya mengirimkan data luas lahan tanaman padi yang rusak akibat banjir bandang sebulan lalu.

Luas lahan padi yang terdampak banjir bandang di Kota Bima, mencapai 725 ha. Selain itu, tanaman padi yang rusak berat dalam kondisi persemaian seluas 277 ha dan puso 11 ha.

Lahan padi yang mengalami kerusakan akibat banjir menyebar di Kecamatan Rasanae Timur, Raba, Mpunda, dan Asakota. Sedangkan, di Rasanae Barat tidak ada laporan kerusakan. "Lahan tanam padi yang paling parah terbesar di Kecamatan Rasane Timur, seluas 347 ha," kata Husnul.

Seluruh lahan tanaman padi, jagung, kedelai, dan bawang merah di Kabupaten Bima dan Kota Bima, yang rusak akibat banjir tidak mendapatkan asuransi. Sebab, pemerintah daerah setempat tidak mendaftarkannya meskipun ada program asuransi 40 ribu ha sawah dari Kementerian Pertanian untuk NTB.

Pemprov NTB menyurati Kementerian Pertanian agar mengganti kerugian petani. Hal ini bisa dilakukan melalui program pemberian bantuan benih dan perbaikan irigasi yang rusak. "Kami sudah laporkan ke pusat. Tinggal menunggu apa program yang diberikan sebagai pengganti kerugian petani," kata Husnul.

Sementara itu, Kondisi Kota Bima setelah banjir bandang perlahan terus menunjukkan perbaikan. Warga kembali beraktivitas seperti sebelum bencana banjir bandang terjadi. Pedagang kembali bertransaksi. Pegawai masuk kantor lagi. Guru kembali mengajar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muhammad Rum menyampaikan, roda perekonomian di Kota Bima mulai bergerak dengan adanya pasar yang telah beroperasi 100 persen. Toko dan warung makan juga mulai beroperasi kembali meski belum seluruhnya. Jaringan listrik pun sudah kembali normal dengan daya listrik mencapai 99 persen. Sinyal telekomunikasi kembali pulih sekitar 90 persen.

Pembersihan sampah banjir sudah mencapai 40 persen. Proses ini terus meningkat hingga berakhirnya status tanggap darurat pada Kamis (5/1). Tim gabungan mempercepat pembersihan dengan menambah alat berat. Pembersihan juga dilakukan di sekolah-sekolah yang terdampak banjir.

"(Untuk) pendidikan Insya Allah sudah mulai bersih 90 persen dan anak-anak akan sekolah dengan pakaian yang ada walaupun tidak seragam," ujarnya.

Enam Puskesmas sudah bisa beroperasi. Dua lainnya masih dibersihkan. Rumah Sakit Muhammadiyah sudah beroperasi sejak 27 Desember. Sebanyak 40 hingga 60 orang pasien berdatangan kesana untuk berobat setiap hari. Saat ini ada tiga orang menjalani rawat inap karena diare.

Perbaikan infrastruktur dikebut. Salah satunya perbaikan Jembatan Kodo yang terputus akibat banjir bandang. Rum menyebutkan, pembangunan jalan darurat di sebelah Jembatan Kodo sudah mencapai 95 persen.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengapresiasi Seto Mulyadi yang turut membantu memberikan program penyembuhan trauma kepada korban banjir Bima. Presiden PKS dan Kak Seto bertemu secara tidak sengaja di lokasi bencana usai meninjau kondisi para korban banjir Bima.

"Alhamdulillah Kak Seto juga hadir di tengah lokasi bencana dan kebetulan kader-kader kami juga fokus membantu masyarakat dengan aksi bersih-bersih dan penyembuhan trauma", kata Sohibul dalam keterangan pers.

Keduanya memutuskan untuk melewatkan momen pergantian tahun di lokasi bencana. Lebih lanjut, keduanya belum membicarakan lebih jauh tentang kerja sama yang bisa dilakukan di Kota Bima terkait program penyembuhan trauma. Presiden PKS dan Kak Seto optimistis bisa bersinergi memberikan penyembuhan trauma pada korban.

"Kegiatan ini merupakan penguatan kepada Tim Psikososial Kementerian Sosial RI dalam upaya memulihkan dan menyembuhkan trauma anak-anak korban banjir di Bima," kata Kak Seto.

Kegiatan penyembuhan trauma ini dilaksanakan melalui Pondok Anak Ceria yang dibentuk oleh Kementerian Sosial. Anak-anak bisa kembali ceria, bersemangat, dan termotivasi untuk sekolah serta beraktivitas positif lainnya. Mereka diharapkan dapat kembali tumbuh dalam keceriaan dan terhindar dari trauma akibat bencana yang belum lama ini terjadi. rep: Muhammad Nursyamsyi antara ed: Erdy Nasrul

Lahan Rusak        Luas        Nilai Kerugian

Padi                     714,5 ha    Rp 7,7 miliar

Jagung                177,5 ha     Rp 3,35 miliar

Bawang merah    41,5 ha     Rp 23,3 miliar

Sumber: Pemprov NTB

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement