Selama bertahun-tahun, ilmuwan Hossam Haick mengembangkan sebuah alat yang dijuluki 'hidung elektronik'. Alat bernama Na-Nose ini diketahui dapat mendiagnosis 17 macam penyakit melalui napas manusia.
Dalam jurnal American Chemical Society Nano diketahui beberapa jenis peyakit yang dapat didiagnossis dengan Na-Nose. Jenisnya merupakan penyakit berat dan biasanya tidak dapat didiagnosis dengan sederhana. Contohnya, Parkinson, kanker paru, gagal ginjal, multiple sclerosis, penyakit Crohn, kanker ovarium, dan kanker prostat.
Cara ini berhasil diungkap Haick lewat serangkaian penelitian dengan responden lebih dari 1.400 orang dengan menggunakan Na-Nose untuk menganalisis napas. Hasilnya, Haick ini dapat mendiagnosis 17 penyakit berbeda.
Akurasi Na-Nose dalam mendiagnosis penyakit juga cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui akurasinya mencapai 86 persen.
Kemampuan diagnosis alat ini karena teknologi artificially intelligent nanoarrays untuk "mencium" atau mengenali napas seseorang. Lewat napas, alat tersebut mengidentifikasi senyawa organik yang mudah menguap pada tingkat molekuler. Haick menjelaskan, 13 jenis senyawa tersebut, dalam berbagai jumlah dan kombinasi, membentuk "jejak napas" yang unik pada tiap-tiap penyakit.
Seperti dilansir FOX News, Jumat (30/12), alat ini tentu bermanfaat bagi masyarakat. Soalnya, sebagian besar pasien dari 17 penyakit yang bisa didiagnosis Na-Nose, umumnya tidak menunjukkan gejala di fase awal. Karena itu, Na-Nose dapat digunakan untuk mendeteksi keganasan sejak dini agar keberhasilan terapi lebih besar."Na-Nose dapat digunakan untuk meningkatkan rasio keberlangsungan hidup pasien kanker paru dari 10 persen menjadi 70 persen," kata Haick.
Sayangnya, alat yang dikembangkan Haick ini belum bisa digunakan dalam praktik kesehatan untuk sementara waktu. Penyebabnya, akurasi sebesar 86 persen dinilai masih terlalu rendah jika alat ini ingin digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Meski begitu, para ilmuwan optimistis dalam beberapa tahun ke depan Na-Nose dapat hadir di tengah masyarakat dengan harga yang terjangkau dan bisa digunakan di rumah dengan mudah. rep: Adhysa Citra Ramadani ed: Dewi Mardiani