Rabu 04 Jan 2017 13:00 WIB

Sumedi Andono Mulyo, Direktur Daerah Tertinggal Transmigrasi dan Perdesaan Kementerian PPN/Bappenas: Produksi Masyarakat Desa Tekan Kemiskinan

Red:

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, meski tingkat kemiskinan turun, disparitas kemiskinan di daerah perkotaan dan perdesaan mengalami peningkatan. Bagaimana tanggapan Anda terkait fakta tersebut?

Pemerintah sudah membuat berbagai program yang bertujuan untuk mengurangi disparitas kemiskinan di kota dan desa, terutama mengurangi kemiskinan di desa. Semua program yang bukan hanya ditujukan untuk perkotaan tetapi juga perdesaan.

Secara spesifik, dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo terdapat program Dana Desa. Apakah sudah berpengaruh pada penurunan kemiskinan di desa?

Untuk progres dana desa pasti ada. Tetapi, program ini tidak bisa langsung dirasakan untuk mengurangi disparitas karena program ini memang dibuat untuk jangka panjang. Dana desa ini ditunjukkan untuk berbagai hal, mulai dari perbaikan infrastruktur dan peningkatan produksi masyarakat perdesaan, seperti bertani, berkebun, atau yang ada dekat dengan laut. Dengan anggaran yang diberikan, pemerintah berharap ada peningkatan produksi yang bisa membuat masyarakat perdesaan yang bekerja di desa mendapatkan peningkatan hasil penjualan.

Selain peningkatan produksi?

Kan infrastruktur juga diperbaiki dengan dana ini. Jadi, masyarakat desa bisa lebih mudah dalam menjual hasil produksi mereka ke tempat lain. Ini bisa membuat pendapatan juga naik karena akses untuk jual beli lebih mudah.

Apakah program ini sudah cukup kuat?

Memang belum terlalu kuat. Satu lagi yang harus dilakukan pemerintah adalah perbaikan sisi pemasaran. Ini berkaitan dengan harga jual produk olahan dari petani atau nelayan. Selama ini kan harga jual mereka sering kali di bawah harga normal dan ini berpengaruh juga pada pendapatan mereka. Jadi, memang harus ada sinergi antara Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Desa, dan kementerian lain untuk membuat harga jual dari perdesaan ini bisa lebih baik. Kalau ketiga hal ini, yaitu produksi, distribusi, dan pemasaran bisa dijaga, tingkat kemiskinan di perdesaan pasti akan menurun.

Bagaimana dengan urbanisasi?

Masyrakat desa memang masih banyak yang datang ke kota untuk mengadu nasib. Tetapi, sekarang banyak juga masyarakat desa yang datang ke kota untuk sekadar mencari koneksi dan relasi. Mereka kemudian kembali ke desa yang memproduksi olahan untuk kemudian dijual di perkotaan. Mereka ini telah memiliki pengetahuan yang baik dalam produksi di perdesaan. Kemudian, perkembangan internet juga semakin memudahkan mereka dalam menjual produk. Jadi hidup di perdesaan, tetapi produk bisa diserap langsung oleh masyarakat kota.

Apakah fenomena sebaliknya, yaitu perpindahan masyarakat kota ke desa, sudah terlihat?

Sekarang banyak orang kota juga sudah pulang ke desa kok. Di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta juga sudah banyak yang pulang kampung. Dengan skill dan relasi yang terbangun di kota, mereka pulang untuk membangun usaha di desa dan menjual hasil usahanya di kota. Ada juga yang memang telah mengumpulkan modal di kota dan berwirausaha di desa. Oleh Debbie Sutrisno ed: Muhammad Iqbal

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement