Rabu 13 Apr 2016 16:00 WIB

Singapura, Thailand, dan Malaysia Mendominasi

Red:

Singapura, Thailand, dan Ma laysia masih mendominasi jajaran papan atas perbank an ASEAN. Setidaknya begitu lah berdasar peringkat perbankan ASEAN versi The Banker, sebuah media di bawah naungan Financial Times. Peringkat yang dipublikasi pada awal April lalu itu menyebutkan perbankan di ketiga negara tersebut mencapai tiga perempat dari total aset.

Kendati begitu, The Banker juga memberikan catatan menarik. Pertumbuhan terbesar dialami Acleda Bank, satu-satu nya bank asal Kamboja yang masuk dalam peringkat seratus teratas perbankan ASEAN 2015. Acleda Bank tumbuh sampai 30,4 persen. Meski begitu perbankan Kamboja hanya terhitung sekitar 0,1 persen dari total aset perbankan Kamboja, turun dari tahun sebelumnya sebesar 0,19 persen.

Pertumbuhan aset terbesar kedua dicatat perbankan Vietnam, sekitar 15,66 ersen. Sedangkan kontribusi perbankan Vietnam terhadap total aset mencapai sebesar 7,46 persen, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 6,21 persen. Dari sisi return on assets (ROA) yang sebesar 0,8 persen dan return on capital (ROC) yang sebesar 12,19 persen, perbankan Vietnam masih berada di urutan bawah perbankan ASEAN.

The Banker mencatat untuk urusan ROA dan ROC, perbankan Indonesia masuk dalam jajaran tertinggi, masing-masing dengan angka 2,7 persen dan 25,31 persen. Di jajar an perbankan Indonesia sendiri, The Banker menyebut Bank Rakyat Indo nesia (BRI) mencetak ROA dan ROC tertinggi, ma sing-masing 3,85 persen dan 37,58 per sen. Diikuti Bank Cen tral Asia (BCA) dengan ROA 3,75 per sen dan ROC 32,22 persen. Secara keseluruhan, peringkat yang sama juga menyebutkan, enam dari sepu luh bank teratas berdasar ROA dan lima dari sepuluh teratas berdasar ROC, adalah perbankan Indonesia.

Dari sisi pertumbuhan aset, perbankan Vietnam memang masih memiliki peluang cukup besar untuk terus meningkat. Tahun lalu saja, Vietnam Prosperity Bank mencuat dengan pertumbuhan aset sebesar 35,02 persen, diikuti dengan Saigon Commercial Bank (34,22 persen) dan Shinhan Bank Vietnam (33,32 per sen). The Banker me nye but peluang pertumbuhan aset perbankan Viet nam masih sangat terbuka lantaran penetrasi perbankan di negara tersebut bisa dibilang masih rendah. Pada 2014, hanya 30,86 persen dari populasi berusia 15 atau lebih yang memiliki rekening per bankan, di negara berpenduduk sebanyak 91 juta jiwa.

Selain Vietnam, The Banker juga memberi catatan khusus pada perbankan Filipina. Pertumbuhan aset perbankan Fili pina mencapai 13,59 persen, angka tertinggi setelah Viet nam dan Kamboja. Meski begitu, angka tersebut masih lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang men capai 21,26 persen. Dalam pe ringkat kali ini, East West Banking Corp. dan Land Bank of Phillipines memberi kontribusi besar, masing-masing dengan pertumbuhan aset sebesar 31,7 persen dan 23,21 persen. Singapura, Thailand, dan Malay sia memang masih mendominasi papan atas perbankan ASEAN. Na mun memperha tikan catatan The Bank er, terbuka peluang bagi perbankan Indonesia, Vietnam, Kam bo ja, dan Filipina menjadi pesaing-pe saing utama di papan atas perbankan ASEAN. The race is on.   Oleh Agung P Vazza

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement