Senin 02 Jan 2017 17:15 WIB

Wisatawan Penuhi Kepulauan Seribu

Red:

JAKARTA -- Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo memperkirakan ada lebih dari 100 ribu orang yang merayakan malam pergantian tahun di wilayahnya. Pusat perayaan di Kepulauan Seribu terletak di Pulau Pramuka dan di pulau-pulau kecil lainnya. Dia mengatakan, pengunjung yang merayakan tahun baru tersebut, sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing, di Jakarta daratan dan sekitarnya. Namun, ada pula yang bertahan karena masih memiliki jatah libur. Karena itu, pegawai penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dikerahkan sejak pagi, untuk membersihkan sampah di area berkumpulnya warga.

"Tadi saya sudah monitor beberapa kelurahan termasuk Pulau Pramuka, Kelapa, Tidung, saya sudah perintahkan lurah dan camat juga untuk segera tetap melakukan kebersihan sampahnya. Karena ada (sampah) petasan segala macam. Itu yang saya minta untuk segera, dan relatif terkendali aman," katanya kepada Republika, Ahad (1/1).

Menurut dia, wisatawan memadati Kepulauan Seribu untuk berlibur menikmati pergantian tahun dan cuti bersama. Bahkan, kunjungan wisata di Pulau Untung Jawa sudah melebihi kapasitas. "Meningkat hingga overload, terutama di Pulau Permukiman. Kalau tingkat hunian di pulau resor masih sekitar 90 persen," ujarnya.

Budi mengatakan, pulau resor tetap akan dipadati pengunjung saat menjelang sore hari, karena antrean di Dermaga Marina Ancol masih terjadi sejak siang hari. Hasil pengawasannya ke Pulau Ayer, Bidadari, Putri, dan Sepa hingga Ahad siang, masih tersedia tempat bagi pengunjung. Sementara wisatawan di Pulau Harapan mencapai 4.000 orang, atau dua kali jumlah penduduk. Pulau Tidung mencapai 2.450 orang, Pulau Pramuka sekitar 2.000 orang, dan Pulau Untung Jawa mengalami kelebihan pengunjung.

Kepulauan Seribu, kata dia, direncanakan akan menjadi destinasi wisata internasional. Budi mengatakan, masih ada kendala dalam proses mewujudkan hal tersebut. Memasuki 2017, Budi memiliki target baru untuk pengembangan Kepulauan Seribu. Terkait dengan pariwisata, ia berkali-kali mewanti-wanti para lurah dan camat di Kepulauan Seribu untuk tetap menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.

"Jadi, yang pasti kalau untuk Pulau Seribu kendala utamanya terkait dengan dermaga. Pelabuhan. Itulah yang akan kita kejar di 2017. Yang kedua, infrastruktur lain yaitu dermaga-dermaga yang ada di pulau. Jadi, kita akan melakukan pendalaman. Kita sudah ada titik terang yang akan bantu," ujarnya.

Menurut dia, rencananya untuk mengangkut wisatawan lokal dan mancanegara, lebih baik memiliki tempat sandar kapal sendiri di Dermaga Bahtera Ancol. Jika rencana itu terealisasikan, proses pengerjaan dermaga ini dapat memakan waktu selama dua tahun. Hal itu dilakukan agar kenyamanan wisatawan dapat dijaga dengan tidak naik kapal bercampur dengan warga yang membawa barang kebutuhan pokok dan material bangunan.

Lokasi tersebut dipilih agar jumlah penumpang yang hendak berkunjung ke Kepulauan Seribu terkendali. Selain itu, Dermaga Bahtera merupakan aset Kepulauan Seribu yang dapat dikembangkan. "Karena kita ingin bikin bagus. Jadi, enggak lagi di Muara Angke, Kali Adem, atau di Marina. Di Bahtera rencananya. Itu memang aset kita yang bisa kita kembangkan. Sama ada kerja sama dukungan kalau perlu. Yang jelas Pelindo siap. Karena ada kewajiban yang diberikan ke kita, kita minta dukungan untuk bangun dermaga," ujarnya.

Sekretaris Kepulauan Seribu, Ismer Harahap, menyatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu ingin pembangunan fisik maupun ekonomi warganya bisa lebih baik pada 2017. Apalagi, sebagian besar pulaunya memiliki potensi pariwisata. Dia mengakui, pelayanan institusinya masih belum maksimal, sehingga perlu banyak perbaikan dan partisipasi dari warga termasuk pengawasannya.

"Tahun 2017 pelayanan terhadap wisatawan harus lebih baik, lebih ramah, dan memberikan rasa aman dan nyaman. Dan Kepulauan Seribu menjadi lebih maju baik pembangunan maupun perekonomiannya," ujarnya. rep: Noer Qomariah k berita jakarta ed: Erik Purnama Putra

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement