BEKASI -- Pelaku penculikan anak tertangkap di Perum Alamanda Kota Bekasi, dengan ciri-ciri seorang ibu paruh baya menggunakan mukena putih. Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku masih ada kawan-kawan komplotannya sebanyak 10 orang yang berkeliaran.
Mereka mengiming-imingi anak dengan jajanan dan minuman yang disembunyikan dalam mukena. Modusnya adalah anak-anak ini diperjualbelikan salah satu organnya. Dan dalam waktu 3 hari mereka dikembalikan dalam keadaan lemas dan pucat karena diambil salah satu organnya, mereka mengiming-imingi dengan jajanan dan minuman yang diumpetin dalam mukena, tolong diawasi anak-anaknya jangan sampai kejadian ini menimpa anak-anak kita. Aamiin.
Akun bernama Dian melalui sebuah screenshot messenger memberitahukan kejadian penculikan tersebut. Kemudian screenshot messenger ini diupload oleh beberapa akun Facebook pada akhir November 2016 lalu dan menjadi viral di media sosial.
Berita ini sepenuhnya tidak sesuai fakta dan dimuat sebagai bagian dari kampanye Republika melawan hoax. Pada kesempatan kali ini, Republika ingin berbagi dengan pembaca untuk merasakan pengalaman mengikuti berita yang bercampur hoax. Dalam era banjir hoax seperti ini, prinsip-prinsip kerja jurnalistik dalam menyebarkan berita harus terus ditegakkan.