Rabu 04 Jan 2017 17:00 WIB

Menanti Aplikasi 30 Menit Polisi Datang ke TKP

Red:

Tren kejahatan, terutama di jalan pinggiran Kota Depok, meningkat akhir-akhir ini. Beberapa lokasi yang masuk kategori rawan begal yaitu Jalan Raya Bogor, Jalan Juanda, Jalan Tapos, dan Jalan Krukut.

Untuk meminimalkan semakin meningkatnya kejahatan jalanan juga aksi begal di Kota Depok, Kepolisian Resor (Polres) Kota Depok menyiapkan aplikasi online berbasis Android, yakni panic button. Sistem ini bisa menghubungkan pihak kepolisian dan warga yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan di tengah masyarakat.

Dengan aplikasi tersebut, warga yang disasar para pelaku kejahatan dapat dengan segera menginformasikannya ke polisi dan petugas. Dengan begitu, petugas dapat lebih cepat bereaksi mengatasi tindak kejahatan. Jajaran kepolisian Polresta Depok akan meluncurkan aplikasi panic button dan Hallo Polisi dalam waktu dekat. Program berbasis aplikasi Android dan IOS ini dapat diunduh masyarakat.

"Jika setiap kejadian masyarakat melapor, aparat kepolisian langsung bergerak cepat," ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Herry Heryawan, di Mapolresta Depok, Selasa (3/1).

Herry menuturkan, program ini dimaksudkan untuk menekan angka kriminalitas. "Insya Allah pada awal Februari 2017 nanti dua aplikasi keamanan berbasis digital IT Hallo Polisi dan panic button akan kami launching besar-besaran," jelasnya.

Menurut Herry, dalam menanggulangi setiap masalah khususnya kerawanan kamtibmas seperti kasus pencurian dan begal, program berbasis aplikasi Android dan IOS seperti Hallo Polisi dan panic button ini bisa menjadi upaya mencegah tindak kriminalitas.

Hallo Polisi dan panic button ini dapat memudahkan masyarakat jika sudah terinstal di ponsel Android atau IOS. Aplikasi ini dapat mempermudah pergerakan anggota kepolisian untuk lebih cepat datang ke lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP). ''Jika ada kejadian, lalu warga memencet panic button, selanjutnya polisi akan tiba di lokasi tidak kurang dalam 30 menit," jelas Herry.

Harry mengungkapkan, nantinya akan disiapkan anggota kepolisian khusus dibantu tim beranggotakan 100 hingga 120 personel polisi dengan kemampuan khusus yang disiagakan khusus selama 24 jam. "Tim polisi khusus ini akan bersiaga 24 jam melayani laporan masyarakat," ucapnya.

Data Polresta Depok, sepanjang tahun 2016 untuk kriminalitas kasus kejahatan konvensional dan curat, curas, dan curanmor (3C) meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015. Untuk pengungkapan atau penyelesaian kasus pada tahun 2016  juga meningkat daripada 2015.

Data 2015, mulai dari kasus pencurian masuk ke dalam 70 kasus untuk crime total (CT) laporan yang masuk ada 3.069, sedangkan penyelesaian (CC) 2.174 atau persentase 70,83 persen, untuk 11 kasus CT 1.277 dan CC 784 atau persentase 44,25 persen. Lalu empat kasus CT 818 CC 362 dengan persentase 44,25 persen.

Selain itu, lanjut Herry, masih ada tunggakan kasus pada tahun 2015 hingga 2016, misalnya kasus pembunuhan Akseyna di danau UI dan beberapa kasus perampokan dan pembunuhan di wilayah Sawangan, Sukmajaya, dan Cimanggis yang masih terus diselidiki. "Sebagai atensi, kasus pembunuhan Akseyna, mahasiswa UI yang meninggal misterius di Danau Kenanga UI, hingga sekarang masih terus diselidiki, termasuk kasus lainnya yang masih menjadi tunggakan kasus. Insya Allah akan terungkap," kata dia.

Tren kriminalitas pada 2017 nanti, lanjut Hery, diprediksi masih seputar Pilkada Gubernur DKI Jakarta serta penyebar isu oleh orang tidak bertanggung jawab melalui media sosial (medsos). "Kedua hal ini rentan dapat menjadi polemik masalah kerawanan kamtibmas tidak hanya di Jakarta, namun juga berimbas di Depok," kata Herry menegaskan.

Warga Pancoran Mas, Depok, Fadli (45 tahun), menyambut gembira aplikasi tersebut karena warga Depok memang membutuhkan jaminan keamanan. Namun, lanjut dia, sebaik apa pun sistemnya, masyarakat sangat membutuhkan prosedur terbuka, tepat, dan cepat. ''Ini agar kami mudah memberikan informasi kepada aparat kepolisian,'' jelasnya.

Oleh Rusdy Nurdiansyah  ed: Endro Yuwanto

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement