Sabtu 08 Oct 2011 17:57 WIB

Sembilan Bulan, Polda Sumbar Catat 13 Kasus Pembunuhan

REPUBLIKA.CO.ID,PADANGJajaran kepolisian daerah Sumatera Barat mencatat selama rentang Januari-September 2011 terjadi sebanyak 13 kasus pembunuhan di wilayah hukum provinsi itu.

Kabag Humas Polda Sumbar AKBP Kawedar, di Padang, Sabtu membenarkan, jumlah kasus pembunuhan yang ada di wilayah hukumnya. "Hingga saat ini memang dari laporan yang masuk ke Polda Sumbar dari 19 kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini terjadi sebanyak 13 kasus pembunuhan, dengan berbagai motif," kata Kawedar.

Dia menjelaskan, juMlah kasus pembunuhan yang ada tahun 2011 ini sama persis dengan jumlah kasus yang ada pada tahun 2010, dimana hingga akhir tahunya juga tercatat ada 13 kasus pembunuhan.

Kasus pembunuhan yang paling menghebohkan di Sumbar tahun ini adalah pembunuhan terhadap mahasiswi STKIP PGRI Padang Siska (19) pada 11 Maret 2011 lalu, yang dilakukan oleh kekasihnya Ade Saputra (26 tahun) di kawasan Surau Tuo Mansiro Tampat, Pincuran Tujuh RT 03 RW 05, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Hebohnya kasus pembunuhan itu, disebabkan setiap persidangan yang dijalani tersangka selalu berujung ricuh, hingga kepolisian daerah setempat harus menerjukan 275 personil pengamanan setiap kali sidang dan diantaranya juaga ada satu regu tim penjinak bom dari Polda Sumbar.

Dalam kasus tersebut tersangka akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Padang, pada 28 Juli 2011, dengan dakwaan melanggar pasal 340, 286, 362 KUHP tentang pembunuhan berencana, pemerkosaan, dan pencurian terhadap korban.

Selain kasus pembunuhan mahasiswa tersebut, masih ada kasus lainya seperti pembunuhan seorang buruh bangunan yang terjadi di dekat SMPN 4 Padang, Jalan Pulaukaram, Kecamatan Padang Barat pada 19 Maret 2011, kemudian pembunuhan terhadap Heru Gaban yang terjadi Senin (12/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB, di depan Toko Bata, Kompleks Pertokoan Nusantara Building Pasar Raya Padang, dimana kedua kasus tersebut tersangkanya masih dalam pengejaran pihak kepolisian setempat.

"Untuk menekan angka kriminalitas semacam ini masyarakat harus lebih waspada, karena banyak motif yang melatar belakangi kasus tersebut, diantaranya motif ekonomi, salah paham, asmara, dan lain sebagainya, seperti yang banyak terjadi," jelas Kawedar.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

The Best Mobile Banking

1 of 2
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement