REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING---Perundingan soal nuklir AS-Korea Utara berjalan alot. Utusan AS mengaku kedua pihak hanya mencapai 'sedikit kemajuan', namun tidak ada terobosan baru yang diraih.
Glyn Davies, Wakil Khusus Amerika untuk Kebijakan Korea Utara, mengatakan bahwa dua hari perundingan di Beijing telah membicarakan non-proliferasi nuklir, bantuan kemanusian dan isu-isu lain yang menjadi pangkal ketegangan di kawasan itu.
Namun, dia mengatakan Washington dan sekutu-sekutunya, Jepang dan Korea Selatan, perlu mengevaluasi apa yang dikatakan para perunding Korea Utara kepadanya.
Ini merupakan babak ketiga pertemuan antara kedua negara sejak bulan Juli, tetapi yang pertama sejak pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong Un, menggantikan ayahnya akhir tahun lalu.
Davies mengatakan sebelumnya pekan ini dia berbesar hati melihat kesediaan Pyongyang untuk melanjutkan dialog dan ingin melihat apakah perubahan kepemimpinan telah mempengaruhi posisi Korea Utara.