Selasa 24 Apr 2012 15:44 WIB

Ultras Genoa Bantah Paksa Pemain Copot Jersey

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Hafidz Muftisany
Kapten tim Genoa, Marco Rossi (kiri) menghampiri para suporter saat Genoa bertanding melawan Siena ketika pertandingan terhenti di stadion Genoa Luigi Ferraris, Ahad (22/4) 2012.
Foto: AP Photo
Kapten tim Genoa, Marco Rossi (kiri) menghampiri para suporter saat Genoa bertanding melawan Siena ketika pertandingan terhenti di stadion Genoa Luigi Ferraris, Ahad (22/4) 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, GENOA - Juru bicara suporter Genoa (Ultras), Fabrizio Fileni membantah telah memaksa Rossi dan kawan-kawan untuk mencopot jersey dalam laga kandang melawan Siena di Stadion Luigi Ferraris, Ahad (22/4) yang berujung kekalahan 1-4 bagi tuan rumah

"Kami tidak memaksa pemain melepas kostum, melainkan hanya bertanya. Itu pun kami lakukan karena mereka tidak mampu menghormati seragam kesebelasan," bantah Fileni dikutip Football Italia, Selasa (24/4). 

Selain itu, Fileni juga tak terima dengan tuduhan kekerasan dan tindakan anarkis yang dialamatkan kepada dirinnya beserta ribuan Ultras lainnya. Menurutnya, dalam pertandingan itu, tidak ada unsur kekerasan yang terjadi seperti tudingan banyak orang. Dia pun menepis rumor banyaknya perempuan dan anak-anak yang berhamburan keluar stadion akibat aksi mereka. 

"Semua orang bicara kekerasan, padahal itu tidak terjadi. Di Stadion kemarin, tidak ada yang terjadi dan tidak ada yang perlu diperbesar. Kami telah memutuskan pertandingan untuk dilanjutkan," tambahnya. 

Fileni berkilah, aksi suporter yang bisa dianggap sebagai sebuah kekerasan adalah seperti yang terjadi dalam Derby Roma, dimana ada orang yang ditusuk. Sedangkan mereka mengaku telah meminta fans untuk tidak melakukan tindakan kekerasan. 

Terkait dengan kekisruhan, Fileni mengakui, hal itu dilakukan lantaran Ultras kecewa dan marah karena tim kesayangan mereka terancam terdegradasi ke serie B pada musim depan. Sebenarnya, tambah Fileni, mereka masih bersorak mendukung Genoa hingga skor 0-3. Namun ketika kekalahan makin menjauh menjadi 0-4, tak bisa dipungkiri bahwa rasa kecewa dan amarah bercampur menjadi satu.

Fabrizio Fileni bersama satu rekannya Marco Cobretti dianggap sebagai provokator karena terekam dan terlihat dalam tayangan sedang bernegoisasi dengan salah satu striker Genoa, Giuseppe Sculli. Gara-gara ulah itu, keduanya dijatuhkan hukuman tidak boleh menghadiri segala laga pertandingan Italia selama lima tahun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement