REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi kabar baik bagi warga Jakarta. DKI akan melakukan penambahan tenaga medis seiring meningkatnya jumlah pasien yang menggunakan Kartu Jakarta Sehat (KJS). ''Ya kalau kurang, akan ditambahin tapi akan dilihat secara detil,'' ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Dia mengatakan pemenuhan tenaga medis tersebut disebabkan karena lonjakan pasien memang cukup banyak. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa KJS itu memang dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga, jika terdapat kekurangan sedikit akan ditambah melalui APBD sebab merupakan kebutuhan dasar. Jadi harus diberikan.
Menurutnya, melalui APBD yang ada sistem diperbaiki, rujukannya diperketat, kemudian masalah obat-obatan juga diperketat lagi. Dia mengaku awalnya terdapat ketakutan pembengkakan anggaran dari Rp 1,2 Trilyun menjadi Rp 3,5 Trilyun.
Namun, Jokowi mengatakan pembengkakan anggaran tidak akan terjadi jika sistem berjalan efektif. "Akan kita perketat terus sistem ini (Kartui Jakarta Sehat),"