Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Petani Terbanyak Kena Leptospirosis di Bantul

Selasa 19 Mar 2013 08:06 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Dewi Mardiani

Leptospirosis (ilustrasi).

Leptospirosis (ilustrasi).

Foto: infokedokteran.com

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus Leptospirosis di DIY selama 2013 hingga 19 Maret ini mencapai 30 kasus dan terbanyak ada di Bantul. Sebagian besar mereka yang terkena kasus leptospirosis adalah petani.

 

Hal itu dikemukakan  Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY, Daryanto Chadorie, Selasa (19/3). Perincian kasus leptospirosis adalah dari Kabupaten Bantul sebanyak 21 kasus, Kabupaten Gunungkidul sebanyak lima kasus, Kabupaten Kulonprogo sebanyak tiga kasus dan Kabupaten Sleman sebanyak satu kasus.

Dari 30 kasus tersebut ada satu orang yang meninggal dari Kabupaten Kulonprogo. Sebagian besar dari mereka yang terkena leptospirosis adalah petani. Leptospirosis adalah  penyakit akibat bakteri Leptospira sp yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Menurut Daryanto, masih ada kebiasaan di kalangan petani apabila mencuci tangan dan kaki di saluran air yang dikhawatirkan sudah terkontaminasi kencing tikus yang mengandung  bakteri leptospira. Daryanto mengatakan, leptospirosis muncul biasanya pada musim hujan dan selesai musim panen. Biasanya kalau sudah kena terlambat penanganan sehingga berakibat fatal, biasanya mengalami gagal ginjal dan harus cuci darah beberapa kali.

Apabila ada masyarakat yang mengalami gejala panas, demam, mata merah, segera pergi ke pelayanan kesehatan, supaya bisa segera ditangani dan dilakukan pengobatan sehingga tidak sampai berakibat fatal. Karena itu, saran dia, bagi petani yang akan bekerja di sawah sebaiknya gunakan alat pelindung dan setelah selesai dari sawah mencuci seluruh badan dengan sabun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile