REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengatakan sejumlah delegasi asing yang mengikuti Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Anti-Corruption and Transparency Working Group (ACT-WG) ingin belajar banyak pada lembaga hukum antirasuah itu.
"Sebab negara tersebut merasa heran dengan KPK yang mampu menghadirkan 300 peserta, yakni penyelanggara negara, para CEO perusahaan nasional, praktisi hukum, akademisi, pengusaha, pakar ekonomi dan lainnya," katanya di Medan, Rabu (26/6).
Delegasi asing yang hadir pada acara tersebut dari Amerika Serikat (AS), Kanada, Cile, Filipina, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, Cina, Australia, Thailand dan negara lainnya.
Bambang menyampaikan negara asing tersebut juga memberikan apresiasi kepada KPK, Kementerian Luar Negeri dan institusi terkait lainnya atas keberhasilan pelaksaanaan pertemuan APEC dan Anti-Corruption yang dilaksanakan di Kota Medan.
"Para peserta atau utusan dari negara asing itu, benar-benar nyaman selama berada di Medan dan tidak ada gangguan. Kepercayaan seperti ini harus tetap dipertahankan," ujar Bambang.
Bambang menambahkan pelaksanaan APEC ini juga membawa keberuntungan bagi perekonomian masyarakat, pedagang souvenir, penjual kain dan pakain, makanan dan lainnya, karena daganggan mereka laris manis.
"Coba dibayangkan berapa banyak dolar AS, dolar Singapura, ringgit Malaysia yang mengalir di daerah ini, karena dijadikan tempat penyelenggara pertemuan APEC dan pertemuan para penegak hukum tersebut," tuturnya.