Sabtu 30 Nov 2013 19:13 WIB

Latihan Penanggulangan Teror 2013 Resmi Ditutup

Jenderal TNI Moeldoko
Foto: Republika/Wihdan
Jenderal TNI Moeldoko

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Panglima TNI Jenderal Moeldoko resmi menutup Latihan Satuan Penanggulanggan Teror (Satgultor), Sabtu (30/11). Ini merupakan latihan yang melibatkan pasukan khusus dari angkatan darat, laut, udara yang dilaksanakan di Jakarta dan Batam.

"Latihan ini untuk mengabungkan tiga kekuatan militer darat, laut, dan udara menjadi pasukan yang utuh. Tema latihan ini Counter Hijacking at The Sea," katanya di Dermaga Utara Batuampar Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.

Ia mengatakan, latihan tersebut melibatkan Pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopasus Sat-81 TNI AD), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka TNI AL) dan Detasemen Bravo (Denbravo 90 TNI AU).

"Latihan ini sudah yang kedelapan meski untuk tema tersebut baru sekali dilaksanakan. Ini tidak mudah, karena kami harus beradaptasi dengan medan berbeda," kata dia.

Tahun ini Latgultor dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, berupa latihan posko dilaksanakan di Cilandak, Jakarta pada 22-23 November 2013. Tahap kedua berupa latihan lapangan dilaksanakan di perairan Batam, Sabtu 30 November 2013.

Tema latihan, menurut Moeldoko, sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas individu. Serta interoperabilty Satgultor TNI di semua strata. Khususnya interoperabilitas komando, kendali, komunikasi, koordinasi, integrasi operasi.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul menambahkan, latihan ini diselenggarakan tak sekedar kalender program tahunan.

"Lebih ke latihan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Satgultor TNI dihadapkan kepada kecenderungan kondisi faktual perkembangan aksi dan modus operandi terorisme saat ini dan masa datang," kata dia.

Prajurit TNI yang terlibat sebanyak 406 orang. Terdiri 43 orang penyelenggara, 14 orang Kosatgas, 22 orang Sat-81, 22 orang Denbravo 90 dan 275 orang unsur pendukung, 30 orang Denjaka.

Peralatan tempur yang dilibatkan yaitu satu pesawat Hercules C-130, dua heli Bell TNI AL, satu Cassa TNI AL, satu unit KRI LPD, empat Sea Rider, enam rubber duck dan 10 unit PK SAR. Dalam latihan di perairan Batam juga melibatkan kapal angkatan laut Singapura, Kamboja, dan Thailand.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement