Ahad 09 Feb 2014 14:05 WIB

Dinkes Pantau Penyakit Menular di Lampung

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Djibril Muhammad
Kampanye DBD
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Kampanye DBD

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Musim penghujan diselingi panas, mulai menyebarkan penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD).

Dinas Kesehatan (dinkes) Lampung terus memantau 275 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Lampung, untuk melaporkan kejadian luar biasa penyakit yang banyak diderita masyarakat.

Kepala Subbag Humas Dinkes Lampung, dr Asih Hendrastuti, mengatakan musim penghujan dan peralihan ke musim panas pada awal dan akhir tahun, sering terjadi penyebaran penyakit menular, seperti demam berdarah, malaria, tipus, cikungunya, dan campak.

"Dari 275 puskesmas, ada 40 puskesmas yang menjadi perhatian kami," kata Asih di Lampung, Ahad (9/2).

Ia mengatakan 40 puskesmas tersebut tersebar di berbagai daerah di Lampung. Wilayah 40 puskesmas ini menjadi perhatian pemerintah karena dinilai penyebaran penyakit menular terbilang tinggi. Ia tidak bisa menyebutkan daerah mana saja lokasi 40 puskesmas tersebut.

Dinkes telah menginstruksikan kepada dokter puskesmas untuk melaporkan ke provinsi bila ada kecenderungan penyakit yang diderita warga saat berobat menunjukkan terjadi peningkatan. "Kami sudah menerapkan sistem pelaporan peringatan dini atau early warning report system (Ewars)," katanya.

Menurut dia, Ewars dapat membantu pencegahan penularan penyakit di masyarakat, sehingga tidak menimbulkan wabah apalagi kejadian luar biasa. Selain itu, dinkes mengharapkan masyarakat untuk berpola hidup dan makan yang sehat.

Ia mengatakan penyakit menular terjadi dengan tidak teraturnya pola makan dan pola hidup. Media penyebaran penyakit menular, didominasi oleh air. Untuk itu, kata dia, pencegahan melalui proses 3M (menguras, mengubur, dan menutup) tempat air.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement