Senin 17 Feb 2014 11:50 WIB

Alhamdulilah, Hujan Buat Kabupaten Malang Hijau

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Hafil
Dampak letusan Gunung Kelud
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Dampak letusan Gunung Kelud

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Hujan yang mengguyur Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Ahad (16/2) sore hingga malam membuat wilayah di Kabupaten Malang yang sebelumnya tertutup abu vulkanik Gunung Kelud, Jatim kini menjadi hijau. 

Warga Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang Jonah (33 tahun) mengatakan, hujan yang menyiram wilayah Kabupaten Malang Ahad sore merupakan hujan yang pertama kalinya pascaerupsi Gunung Kelud, Kamis (13/2) malam. 

“Saya senang akhirnya hujan turun karena bisa menghilangkan abu vulkanik di jalanan, rumah hingga tanaman,” katanya kepada Republika saat di posko pengungsian di Kecamatan Kasembon, Ahad (16/2) sore.

Dia menyebutkan, Kecamatan Kasembon merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Malang yang paling parah terkena abu vulkanik Gunung Kelud. Ia khawatir kalau hujan tidak turun, justru membuat jalanan licin. Ini karena jalanan yang masih tertutup abu vulkanik.

Pantauan Republika di lapangan, hujan cukup deras terjadi Ahad (16/2) sejak pukul 14.10 WIB hingga malam harinya sekitar pukul 18.30 WIB. Hujan membuat hamparan sawah, pohon, dan hutan di Payung, Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang hingga Kecamatan Kasembon, Senin (17/2) hari ini terlihat hijau.

Pemandangan tersebut sangat berbeda dibandingkan pada Sabtu (15/2) kemarin. Tidak hanya itu, hujan juga membuat warna genteng rumah warga kembali seperti semula yaitu warna asal.

Abu yang beterbangan juga sudah jauh berkurang. Aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah membersihkan jalanan yang ditutupi abu vulkanik. Kini abu-abu itu sudah ditempatkan di karung beras. Pemerintah juga mengerahkan alat berat untuk membantu mengeruk abu. Namun demikian, hujan membuat jalanan yang ditutupi abu terasa bergelombang ketika dilalui kendaraan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement