REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK-- Pemimpin militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha kemungkinan bisa menjabat perdana menteri di bawah konstitusi sementara. Namun, penasihat hukum junta militer Wissanu Krea-ngam mengatakan hal tersebut akan diputuskan oleh parlemen sementara yang ditunjuk.
Militer memerintah Thailand sejak kudeta pada 22 Mei. Prayuth akan tetap menjadi pemimpin negara hingga pemilihan umum digelar pada paruh kedua 2015.
"Konstitusi mengizinkannya, tapi apakah dia akan ditunjuk atau tidak tergantung pada Majelis Legislatif Nasional," ujar Wissanu kepada wartawan, Rabu (23/7).
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement