REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Yusuf Mansur mengatakan, tingginya tingkat buta huruf Alquran di kalangan umat Islam Indonesia merupakan tantangan bagi kemajuan pendidikan Islam. Menurutnya, peran para da'i dan pengajar agama Islam mesti dimaksimalkan. Yakni tidak hanya sebatas pada ruang lingkup pendidikan formal.
"Ini peluang yang sangat lebar dan luas bagi dakwah dan tarbiyah (pendidikan agama)," kata pendiri Pondok Pesantren Daarul Quran ini saat dihubungi via telepon oleh ROL di Jakarta, belum lama ini.
Harapannya, pendidikan Alquran dapat dimulai dari sekolah dan terbawa hingga ke lingkungan keluarga di rumah. Sebab, membaca Alquran cenderung merupakan ibadah individual sehingga kemauan tiap orang untuk bisa membaca Alquran sebaiknya dimulai dari lingkungan terdekat.
"Bagaimanapun, seorang Muslim mesti bisa memahami isi atau setidaknya membaca kitab suci agamanya," kata dia.