Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Buffon Menolak Disebut Sebagai Legenda

Kamis 11 Dec 2014 12:37 WIB

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: M Akbar

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon

Foto: Stefano Rellandini/Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Tak kurang dari 875 laga kompetitif telah diarungi penjaga gawang senior Juventus sekaligus tim nasional Italia, Gianluigi Buffon. Tak terhitung pula deretan gelar juara yang telah dipersembahkan Buffon bagi Bianconeri maupun negaranya. 

 

Ambil contoh, gelar juara Serie A tiga musim berturut-turut sejak 2012 sampai 2014 atau yang paling fenomenal, juara Piala Dunia 2006. Sejumlah kalangan pun menilai kiper gaek berusia 36 tahun itu telah pantas disapa dengan sebutan legenda. 

Tapi dalam sebuah wawancara ekslusif dengan media Spanyol yang berbasis di kota Madrid, AS, Buffon menolak panggilan tersebut. "Legenda adalah super-human dan itu bukan untuk saya," ujar Buffon, Kamis (11/12).

Secara pribadi, Buffon memandang dirinya sebagai seorang atlet dengan jiwa dan hasrat dalam sepakbola.  Mantan pemain Parma ini pun memandang bahwa dirinya hanyalah satu dari sejumlah pesepakbola yang pernah menjadi bagian dari sejarah sepakbola Italia, Eropa dan dunia. 

"Legenda adalah sebutan setelah kematian datang.  Saya berharap bisa seperti itu," kata Buffon berseloroh. 

Dalam kesempatan yang sama, Buffon bercerita, ketika masih kecil, Ia ingin menjadi pencetak gol handal. Insipirasinya antara lain penyerang legendaris Belanda Marco Van Basten serta bomber haus gol Italia Toto Schillaci. 

"Kemudian, saya mengembangkan passion untuk menjadi seorang penjaga gawang," kata Buffon.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile