Rabu 25 Feb 2015 16:13 WIB

Ketidakbenaran Diatur dengan Pencitraan

Rep: C70/ Red: Karta Raharja Ucu
Mantan Ketua MK Mahfud MD mendatangi Gedng KPK, Jakarta, Jumat (6/2). (Republika/ Wihdan)
Foto: Republika/ Wihdan
Mantan Ketua MK Mahfud MD mendatangi Gedng KPK, Jakarta, Jumat (6/2). (Republika/ Wihdan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menuturkan, selama ini ketidakbenaran dapat dengan mudah mengalahkan kebenaran.

“Ketidakbenaran diatur dengan biaya tinggi, pencitraan, proses teror, diatur sedemikian rupa. Justru yang benar kadang tak diatur, kadang mengambil keputusan pun juga cenderung hambar,” ujarnya dalam acara pengukuhan KAHMI wilayah Sumatra Barat di Hotel Basko, Padang, Rabu (25/2).

Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini menitipkan Majelis wilayah KAHMI Sumbar kepengurusan 2015-2020 kepada Gubernur Irwan Prayitno untuk dibina dan diajak bekerja sama. Ia mengatakan, KAHMI mempunyai satu tujuan penting, yaitu membuat Indonesia menjadi negara merdeka secara keseluruhan.

“Islam menjadi rahmat bagi Indonesia. Kita boleh berbeda-beda parpol (partai politik), yang penting kita sama, masuk ke satu titik sama. KAHMI selalu ada dalam semangat kerja," lanjutnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement