REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL--Langkah Pelatih Liverpool Brendan Rodgers saat memasuki kamar ganti menujukkan keyakinan timnya akan persaingan merebut posisi empat besar. Saat itu Liverpool baru saja menyudahi pertempuran keras melawan Newcastle United dengan kemenangan 2-0 di Anfield, Selasa (14/4).
Kemenangan 2-0, lewat gol Raheem Sterling dan Joe Allen membuat Liverpool hanya terpaut empat poin dari Manchester City.
Di Etihad, City belum dapat beranjak dari posisi empat klasemen dengan poin 61 setelah digerus rival sekotanya Manchester United, 2-4, Ahad (12/4). Tidak dapat dimungkiri, laiknya seekor kelinci, City sedang diintai oleh sang harimau yang berwujud Liverpool.
''Dengan permainan seperti ini, kami yakin akan finis di empat besar. Kami telah bangkit dan menujukkan kepada rival kami ancaman nyata. Kami akan mendapat hal lebih dari ini,'' kata Rodgers dikutip Eurosport.
Huru-hara sedang menggelayuti City. Ketika Liverpool terus mengejar poin dan membidik posisi empat besar, City mematok target wajib untuk mempertahankan posisinya. Tidak hanya itu, jika gagal, hampir dipastikan sang arsitek, Manuel Pellegrini bakal menjadi tumbal atas kekecewaan manajemen dengan pemecatan.
Kewajaran atas kekecewaan itu terlihat dari hasil enam kekalahan City dari delapan laga, dan hanya mengumpulkan 15 poin dari 12 laga sejak awal tahun 2015. Sejumlah pelatih seperti Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Diego Simeone telah dipersiapkan menjadi suksesor Pellegrini.
''Saya tidak memikirkan posisi saya atau masa depan saya. Saya hanya ingin tim ini tampil baik,'' kata Pellegrini dikutip Guardian.