REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Setia Budi, Jakarta Selatan, Retno Listyarti mendatangi Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5). Dalam kesempatan tersebut Retno dan tim kuasa hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta tidak bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
"Sebenarnya kita hanya memberikan surat keberatan ya sebagaimana yang telah diberitakan di media," kata kuasa hukum dari LBH Jakarta, Matthew Lenggu di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5).
Sebelumnya, Retno Listyarti dipecat dari jabatannya sebagai Kepala SMAN 3 Setiabudi oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Ia pun merasa keberatan dengan pemecatan dirinya. Selama mengunjungi Balai Kota, Retno pun tak banyak memberikan keterangan.
"No comment kita tunggu saja. Saya kan hanya menyampaikan surat sesuai mekanisme yang ada ya," kata Retno.
Retno dipecat karena dianggap mengabaikan tugasnya sebagai Kepsek. Ia meninggalkan sekolah saat Ujian Nasional (UN), ia malahan memilih untuk memenuhi undangan wawancara oleh sebuah stasiun televisi swasta di SMA 2 Olimo Jakarta Barat. Selain itu, ia juga dianggap mementingkan posisinya sebagai sekretaris jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).
"Mohon maaf klien kami ingin cooling down dulu. Jadi saya pun sebagai tim lawyer tidak bisa memberikan statement apapun," ujar Matthew.