Selasa 17 Nov 2015 17:06 WIB

Seskab: Pencatut Nama Presiden tak Hanya Satu

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Angga Indrawan
Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Foto: Antara
Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Polemik pencatutan nama Presiden dan Wapres dalam renegosiasi perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto terus bergulir. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut, selain Setya, masih ada beberapa nama lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus pencatutan nama tersebut. 

"Sejauh ini, Presiden Jokowi telah mengetahui ada beberapa nama," ucapnya di Kantor Presiden, Selasa (17/11).

(Baca: Setnov Juga Disebut Jadi 'Makelar' Pembelian Pesawat di Jepang)

Menurut Pramono, Jokowi bahkan sudah mendengar langsung rekaman percakapan pertemuan yang dilakukan oknum pencatut tersebut dengan pimpinan PT Freeport. Bahkan, menurutnya, Presiden sudah mendengarkan rekaman itu sebelum kasus pencatutan nama ini ramai diperbincangkan publik.

"Mendengarnya sudah lama, tapi tidak ngomong-ngomong," ucap mantan anggota DPR RI tersebut.

Seskab menyebut, Presiden tak terpengaruh dengan hebohnya kasus pencatutan namanya. Hanya, Jokowi sangat menyayangkan jika petinggi lembaga negara menyalahgunakan kekuasaan untuk mendapatkan fasilitas. 

"Tidak baik kalau kemudian simbol negara digunakan oleh siapa pun, saya tidak menyebut nama, untuk hal-hal yang seperti itu," ucap Pramono.

(Baca: Nasdem: Periksa Orang Orang yang Disebut dalam Transkrip)

(Baca: Istana Akui Banyak Pihak Ingin Jadi Perantara dalam Urusan Freeport)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement