REPUBLIKA.CO.ID, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengaku tidak khawatir ada menteri dari PKB yang diganti dalam Kabinet Kerja pascadukungan Partai Golkar terhadap pemerintah.
"Ndak, ndak. Kita sudah komit dengan pak presiden bahwa menteri adalah hak prerogatif presiden, kita serahkan kepada presiden," kata Muhaimin di sela-sela Musyawarah Kerja Nasional PKB di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu.
Muhaimin atau yang akrab disapa Cak Imin mengatakan senang dengan bergabungnya Partai Golkar pada pemerintah untuk menyukseskan dan memperlancar program-program nasional.
Namun Cak Imin menekankan agar dukungan tersebut tidak dijadikan sebagai politik transaksional, melainkan lebih kepada politik substantif dan kebersamaan. "Saya kira kebersamaan itu lebih mulia daripada tercerai berai," ucapnya.
Baca juga, PKB Rekomendasikan Gubernur Dipilih DPRD.
Partai Golkar secara resmi memberikan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk menyukseskan berbagai program nasional.
"Partai Beringin" yang selama satu tahun lebih mengalami konflik dualisme kepemimpinan pun akhirnya sepakat untuk islah dan akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa guna menentukan ketua umum baru.