REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (22/2), sangat mengutuk serangan teroris baru-baru ini di Suriah.
"Mereka bertujuan merusak upaya perdamaian,’’ ujar kementerian dalam pernyataan online seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (22/2).
Pihaknya meyakini tindak pidana seperti ini perlu reaksi dari masyarakat internasional. Kelompok pematau Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan, ledakan bom terjadi di selatan distrik Damaskus yang menewaskan sedikitnya 87 orang pada Ahad (21/2).
Kemudian, kata kelompok ini, dua bom mobil menewaskan sedikitnya 59 orang di Homs.
Baca juga:
Ilmuwan Kembangkan Nyamuk yang Bisa Lawan Virus Zika
Ekspor Senjata Cina Melonjak Dua Kali Lipat