REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar seratus warga yang berasal dari Forum RT/RW berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/9) sore. Mereka menolak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok yang dianggap telah memfitnah mereka.
Pengurus RT/RW yang tergabung dalam Forum RT/RW DKI Jakarta protes keras terhadap sikap Ahok yang selalu menuding para pengurus RT/RW hanya mengambil jatah uang sampah dan keamanan, tetapi tak mau kerja.
"Tuduhan ini sangat tidak mendasar dan mengarah pada perbuatan fitnah serta mendiskreditkan peran pengurus RT/RW yang selama ini bekerja sosial tanpa berharap lebih banyak dari hasil dan pemanfaatan APBD DKI Jakarta, selain untuk kesejahteraan warga DKI Jakarta," kata Koordinator Lapangan Forum RT-RW, Lukmanul Hakim.
Menurut dia, Forum RT/RW DKI Jakarta didirikan atas kesadaran berkonstitusi untuk membangun organisasi, menyuarakan pendapat dan mufakat. Forum ini akan memperjuangkan hak-hak warga DKI Jakarta pada lingkungan wilayah masing-masing.
"Forum RT/RW Jakarta dibentuk dan dideklarasikan bukan sebagai sarana politik praktis karena forum ini sebagai sarana untuk memperjuangkan hak dan kewajiban warga DKI Jakarta secara kesatuan dan kebersamaan agar dapat didengar oleh Pemprov DKI Jakarta," kata Lukmanul.
Forum ini menolak pemberlakuan Peraturan Gubernur Nomor 168/2014 junto Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1/2016 mengenai fungsi dan peran RT-RW. Sebab, Pergub tersebut dikeluarkan oleh Plt Gubernur DKI Jakarta dan sesuai amanah Permendagri Nomor 5 Tahun 2007, lembaga RT/RW harus dibuatkan Perda.
Penjagaan polisi cukup ketat di luar dan di dalam Balai Kota DKI untuk mengamankan unjuk rasa agar berlangsung tertib. "Kami menyiagakan sebanyak 300 personel gabungan dari Polsek, Polres, dan Polda untuk mengamankan unjuk rasa ini," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Dwiyono.