Selasa 07 Mar 2017 06:40 WIB

Azyumardi Azra: Setiap Ceramah Harus Kembali ke Prinsip Dakwah

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Angga Indrawan
Prof. Dr. Azyumardi Azra
Foto: RMV
Prof. Dr. Azyumardi Azra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cendekiawan Muslim Prof Azyumardi Azra menilai, keberadaan prinsip-prinsip sangat penting di dalam berdakwah. Ia menekankan, seharusnya prinsip-prinsip itu yang dijadikan pegangan setiap penceramah tiap kali berdakwah.

"Seharusnya, setiap dan seluruh ceramah kembali kepada prinsip yaitu hikmah, mauizah hasanah dan mujadalah bil ihsan," kata Azyumardi kepada Republika, Senin (6/3).

Ia menegaskan, ceramah agama wajib tidak mengandung provokasi, menyalhkan pemahaman dan pengalaman dari mazhab-mazhab yang berbeda dari penceramah. Azyumardi merasa, jika ada penceramah seperti itu, jamaah tentu bisa meninggalkan tempat itu.

Tapi, ia menegaskan, meningkatkan ceramah itu harus senantiasa dilakukan dengan cara-cara damai, sehingga tidak perlu ada pertengkaran, apalagi kekerasan. Pasalnya, mereka yang setuju maupun tidak atas ceramah tersebut tentu sama-sama Muslim.

"Jamaah bisa meningkatkan tempat dengan damai, tidak perlu melakukan pertengkaran, apalagi melakukan kekerasan," ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut.

Meski begitu, ia menyarankan, pengurus atau dewan kemakmuran masjid seharusnya tidak mengundang penceramah seperti itu. Menurut Azyumardi, penceramah seperti itu justru bisa menimbulkan tensi dan konflik, di antara jamaah atau umat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement