Selasa 07 Mar 2017 15:38 WIB

Calon Gubernur NTB Diharapkan Teladani Sikap Prabowo

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Ilham
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi Gubernur NTB M Zainul Majdi (kiri) dan Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi (kanan) menghadiri acara silaturahmi di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Selasa (7/3).
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi Gubernur NTB M Zainul Majdi (kiri) dan Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi (kanan) menghadiri acara silaturahmi di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Selasa (7/3).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Zainul Majdi berharap Calon Gubernur NTB pada 2018 nanti dapat meneladani sikap kenegarawanan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo, kata dia, telah memberi contoh baik dalam persaingan bursa Pemilihan Presiden 2014.

Kala itu, Prabowo dengan jiwa ksatria menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo yang notabene menjadi rival dalam perebutan kursi orang nomor satu di Indonesia. "Bapak Prabowo Subianto menjadi contoh bagi kita dalam merawat silaturahmi, dalam pelantikan beliau hadir, itu bukan sesuatu yang mudah, di NTB saja tidak terjadi, saya dilantik dua kali tidak ada (rival) yang hadir," kata dia dalam silaturahmi tokoh nasional bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pendopo Gubernur NTB, Jalan Pejanggik, Mataram, Selasa (7/3).

Ia mengajak siapa pun nanti yang ikut bursa Pemilihan Gubernur NTB 2018 meniru sikap Prabowo. "Pesan saya, calon (Gubernur) NTB nanti, belajarlah dari Bapak Prabowo, tunjukkanlah kebesaran hati Anda, tempatkan kepentingan golongan di atas kepentingan pribadi," kata dia.

Pria yang juga dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) ini akan mengakhiri masa kepemimpinannya sebagai Gubernur NTB selama dua periode pada 2018, mendatang. Menurutnya, sepuluh tahun merupakan waktu yang sudah lebih dari cukup. 

"Saya pikir 10 tahun waktu yang cukup panjang, kalau lebih dari itu saya pikir manusia biasa akan terjebak pada rutinitas dan diperlukan adanya inovasi," katanya menambahkan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement