Ahad 01 Oct 2017 15:00 WIB

Gempa Berkekuatan 5,3 SR Guncang Morotai

Red: Andi Nur Aminah
Gempa. Ilustrasi
Foto: Reuters
Gempa. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Gempa berkekuatan 5,3 skala richter mengguncang Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut). Gempa terjadi pada pukul 08.15 WIT dengan lokasi 3.80 lintang utara 128.57 bujur timur 160 km timur laut dengan kedalaman 42 km di kabupaten itu.

Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Kustoro Hariyatmoko melalui siaran persnya Ahad (1/10) mengatakan, gempa bumi yang terjadi pagi itu tidak berpotensi terjadinya tsunami. Gempa yang terjadi itu mengakibatkan sejumlah warga Pulau Morotai panik, bahkan ada yang keluar rumah karena khawatir guncangan yang terjadi itu.

Akan tetapi, hingga kini belum ada laporan dari pemkab setempat mengenai kerusakan atau korban akibat gempa berkekuatan 5,3 skala richter tersebut. Dia mengatakan, dalam tiga hari terakhir, gempa bumi mengguncang sejumlah kabupaten/kota di Ternate seperti Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kota Ternate, Halmahera Timur dan Pulau Morotai.

Menurut Kustoro, pada Sabtu (30/9) kemarin, tepatnya 19.30 WIT, terjadi gempa di Kabupaten Halmahera Timur dengan lokasi 80 lintang utara 128.78 BT 63 km timur laut Halmahera Timur dengan kedalaman 10 km. Selain itu, gempa yang terjadi sejak siang tadi ada sekitar 330 kali. "Tapi yang kita analisa 50 lebih karena sensor kita kurang rapat, kita hanya gunakan sensor yang di Galela, Labuha, dan Ternate," ujarnya.

Sedangkan, untuk magnitudo gempa bumi yang tercatat menunjukkan peningkatan dari pagi hingga sore tadi, karena gempa bumi yang terjadi ini ada kemiripan dengan gempa bumi yang terjadi di Halmahera Barat pada 2015 lalu. Sebelumnya, gempa bumi 4,7 Skala Richter melanda Kabupaten Halmahera Barat pada Kamis lalu, mengakibatkan delapan rumah warga Desa Guaria Kecamatan Jailolo mengalami kerusakan ringan dan sedang serta mengakibatkan dua warga mengalami luka akibat gempa itu.

Akibat gempa ini, sekolah diliburkan hingga batas waktu yang belum diberitahukan. Karena dilihat dari situasi gempa berakhir tidak memungkinkan para siswa bersekolah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement